Perhatian Terhadap Sopir dan Pembantu Rumah Tangga Bag.3

Bila ingin memiliki pembantu rumah tangga dan sopir sekaligus hendaknya dipikirkan matang-matang. Bukan berarti tidak boleh melainkan agar lebih dipikirkan lagi. sebab agak sulit bila mengambil pembantu rumah tangga sekaligus sopir pribadi itu statusnya suami istri. Pasti seringnya mereka bukan pasangan suami istri melainkan mereka ada yang sudah berkeluarga dan ada juga yang belum. 

Bila ternyata bisa mendapatkan pembantu rumah tangga dan sopir pribadinya dari pasangan suami istri yang sah, maka ini suatu keberkahan, tetapi bila tidak maka si majikan harus ekstra hati-hati. Sebab seandainya terjadi suatu kemaksiatan maka sesungguhnya kemaksiatan itu terjadinya di rumah majikan. Atau seandainya mereka melakukan kemaksiatannya di luar rumah majikan namun tentu saja asapnya berawal dari rumah majikan. Ini yang harus diperhatikan.

Masih ingat bukan bagaimana kisah dan kasusnya nabi Yusuf dengan istri majikannya (Zulaikhah)? Hingga Allah Ta’ala mengabadikannya dalam surat Yusuf 23.

وَرَاوَدَتْـهُ الَّتِـى هُوَ فِى بَـيْـتِـهَا عَن نَّفْـسِهِ وَغَـلَّـقَـتِ الْأَلْبَـابَ وَقَالَتْ هَيْـتَ لَكَ، قَالَ مَـعَاذَ اللهِ، إِنَّـهُ وَبِّـى أَحْسَـنَ مَـثْـوَايَ، إِنَّـهُ لَا يُـفْلِـحُ الظَّـالِمُـوْنَ.

Dan wanita (Zulaikhah) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Mari ke sini”. Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telahmemperlakukan aku dengan sangat baik”. Sesungguhnya orang-orang yang dhalim tiada beruntung. Qs. Yusuf 23.

memilih pembantu dan supir dalam islam

Tidak bisa dibayangkan bukan. Seorang istri yang terhormat bisa terpedaya oleh ketampanan anak angkatnya sendiri. Lalu bagaimana dengan pembantu rumah tangga dan sopir pribadi? Yang mereka datang dalam kondisi sudah dewasa, sementara nabi Yusuf, beliau diasuh dan dibesarkan sejak kecil –walaupun tidak sejak bayi tentunya-. 

Maknanya bahwa bila nabi Yusuf ‘alaihi salam sudah diketahui oleh istri mentri (pembesar kerajaan) sejak dini. Dan sejak dini itu pula istri sudah mengetahuinya lalu diangkatnya menjadi anak angkat. Itu artinya bahwa sudah berapa tahun sang istri menteri (pembesar kerajaan) itu berinteraksi dengan nabi Yusuf? 

Maka benarlah Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

،،، أَوِ الطَّـفْلِ الَّـذِيْـنَ لَـمْ يَـظْهَـرُوْا عَـلَى عَـوْرَاتِ النِّـسَاءِ،،،،

,,, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita,,,. Qs. An Nisaa’ 31.

Ya, mungkin saat nabi Yusuf masih kecil bisa saja ibu angkatnya tidak menutup auratnya dihadapannya nabi Yusuf. Tetapi ketika nabi Yusuf sudah dewasa, maka mau tidak mau sang istri dari manteri (pembesar kerajaan) seharusnya sudah tidak seperti nabi Yusuf saat masih kecil. Melain harus menutup auratnya.

Lalu bagaimana dengan pembantu dan sopir yang mereka hadir ke dalam kehidupan rumah tangga sang majikan dalam kondisi mereka semua sudah dewasa? Tentu ini jauh lebih berbahaya bukan?

Oleh karenanya berfikirlah terlebih dahulu. Bila memang sudah ada solusi untuk bisa mengerem kemaksiatan dalam rumah tangga majikan maka dipersilahkan, tetapi bila masih saja ada banyak potensi untuk terjadinya kemaksiatan maka ditunda adalah lebih baik.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button