Kehidupan manusia modern memang agak sedikit berbeda. Mereka (pasangan suami istri) sangat sedikit dalam mengurus urusan rumah tangga mereka. Bahkan mereka cenderung meminta bantuan kepada orang lain, salah satunya adalah pembantu rumah tangga dan sopir pribadi.
Padahal seharusnya sebelum memutuskan untuk mengambil seorang pembantu rumah tangga atau lebih (PRTnya) maka selayaknya harus mengetahui terlebih dahulu orang-orang yang akan diangkat menjadi pembantu rumah tangganya. Agar tidak menyesal di kemudian hari.
Setidaknya harus menyeleksi orang-orang yang akan tinggal bersama dalam satu atap, walaupun hanya sesaat (beberapa waktu, entah bulan atau tahun) saja. Seperti;
– Orang beriman, yang tidak suka dengan hal-hal yang berbau kemusyrikan.
– Tidak panjang tangan (suka mencuri).
– Jangan mengambil pembantu yang suka ngerumpi dan suka membuka aib majikannya.
– Jangan mengambil orang yang suka berzina dan yang suka berbuat yang mendekati perbuatan zina; seperti suka bersolek, pakaian yang tidak senonoh, suka berbicara yang menjurus pada hal-hal yang porno dan sebagainya.

– Orang yang suka keluyuran. Takutnya bila majikan pergi diapun pergi setelah beberapa saat majikannya pergi.
– Sejak awal masuk seharusnya majikan harus memberitahukan bahwa pembantu dilarang memasukkan tamunya (pembantu) laki-laki yang bukan mahramnya. Agar rumah majikan benar-benar steril dari perbuatan maksiat (zina).
– Jangan beri kesempatan pembantu rumah tangga berdua-duaan dengan sopir jika memang keduanya bukan mahram.
– Lebih diutamakan mencari pembantu rumah tangga dan sopir yang muslim dan muslimah. Sebab setidaknya bisa membantu mengangkat perekonomian mereka. Dan jauhi mengangkat pembantu rumah tangga dan sopir pribadi dari orang-orang kafir. Sebab selain agar tidak mengangkat perekonomian mereka juga agar aib kaum muslimin (majikan) tidak terekspos keluar di kalangan orang-orang kafir.
– Upayakan agar kamar pembantu rumah tangga -yang umumnya wanita- dibedakan atau bahkan dijauhkan dari kamar sopir pribadi. Tujuannya agar intensitas pertemuan mereka tidak terlalu sering. Selain itu untuk menjaga dari kemungkinan dari perbuatan maksiat dalam rumah sang majikan.
– Namun bila tidak memungkinkan, alangkah lebih baiknya bila mengambil pembantu rumah tangga dan sopir pribadi dari warga sekitarnya –tetap harus yang muslim dan muslimah-. Tujuannya agar warga di sekitar rumahnya juga mengangkat perekonomian warga sekitar.
– Hendaknya bila ingin mengangkat baby sister, dia yang selalu menjaga auratnya, adab (dan sopan santun, tentunya) serta selalu menjaga lisannya dengan baik. Sebab dialah yang akan sering berinteraksi dengan anak majikan. Sehingga kelak si anak lisannya juga akan terjaga dengan baik.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
