PENGHUJUNG RAMADHAN Bag.3

PENGHUJUNG RAMADHAN Bag.3

Semua pasti tahu bahwa setiap hari raya Idul Fitri kebanyakan kaum muslimin mayoritas menggunakan pakaian baru, sandal baru dan di rumahnya dihias sedemikian rupa.  Selain itu di ruang tamu sudah disediakan makanan yang terhidang. 

Tujuannya tiada lain adalah untuk menyambut para tamu yang datang untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri. 

Tetapi tahukah bahwa dibalik kemeriahan umum dari kaum muslimin ternyata masih ada sebagian kecil dari mereka (kaum muslimin) yang ternyata belum merasakan kebahagiaan sebagaimana yang dirasakan kaum muslimin secara umum. 

Jangankan ketupat lebaran, baju baru atau makanan yang terhidang di atas meja ruang tamu. Untuk beli beras saja mereka masih mikir apa lagi untuk beli-beli lainnya. 

Masih adakah orang-orang Islam seperti itu?

idul fitri

Jika memang tidak ada kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda seperti itu? Tentu ada bukan?

“Kayakanlah mereka pada hari ini!”. 

Ya, biarkanlah mereka untuk sementara mampu membeli barang-barang yang mereka sangat perlukan. Agar mereka membikin ketupat –walau dagingnya mungkin diiris kecil-kecil, tapi setidaknya mereka saat itu bisa merasakan daging-. Agar mereka bisa bisa membeli pakaian walau pakaian bekas tapi layak pakai dengan harga yang terjangkau bagi mereka. Biarkanlah untuk momen yang fitri ini mereka (dan anak-anaknya) mampu membeli makanan –walau sisa-sisa sehingga harga miring- untuk disajikan bila ada tamu yang sudi berkunjung ke rumahnya. Seandainya tidak ada pun setidaknya nanti akan dimakan oleh anak-anaknya. 

Ya, “Kayakanlah mereka pada hari ini agar mereka tidak keliling (meminta-minta)”.

Sungguh sebenarnya ini suatu sindiran dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang sangat menohok. 

Apakah ini terjadi?

Bagaimana tidak terjadi? Sedangkan pada zaman kegemilangannya khilafah Islam saja pernah terjadi. Yakni kisah nyata yang disebut dengan pasir yang direbus. 

Seorang ibu miskin dengan dikelilingi anak-anaknya yang menangis kelaparan. Sementara ibunya hanya sanggup ‘menghiburnya’ dengan cara memasak air yang diisi pasir. Lalu ibunya selalu mengatakan bahwa sebentar lagi masakannya matang, hingga anak-anaknya tertidur karena kelaparan. 

Begitu melihat rakyatnya kelaparan Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu meneteskan air matanya dan langsung pergi ke baitul maal, mengambil gandum dan mengangkatnya sendiri. 

Ketika Abu Hurairah hendak membantu mengangkatnya ditolak tegas oleh Umar seraya mengatakan bahwa lebih baik dirinya yang mengangkat beban gandum hari ini dari pada dirinya menanggung beban di akhirat kelak!

Itulah gambaran kehidupan waktu dahulu dan masa kini. Maka benarlah apa yang disampaikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button