Ar Rabi’ berkata, ‘Saya mendengar Imam Asy Syafi’i berkata:
إِذَا وَجَدْتُـمْ فِى كِـتَـابِى خِلَافَ سُـنَّـةِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَـقُـوْلُوْا بِـهَـا (بِـسُنَّـةِ رَسُوْلِ الله) وَدَعُـوْا مَا قُـلْـتُهُ. وفى رواية: فَـاتَّـبِـعُوْهَـا وَلَا تَـلْـتَـفِـتُوْا إِلَى قَوْلِ أَحَدٍ.
“Jika kalian mendapati dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, maka sampaikanlah (sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam) dan tinggalkan pendapatku”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 10/34.
Pada riwayat lain disebutkan, imam Syafi’i mengatakan, “Maka ikutilah sunnah (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam) dan jangan pedulikan ucapan orang lain”.
Inilah pesan paling mendalam dari seorang ulama yang seharusnya menjadi pedoman dan pegangan bagi seluruh kaum muslimin. Ya, meskipun beliau seorang ulama besar, juga beliau termasuk salah satu pemimpin dari empat iamam madzhab dalam Islam.
Namun beliau amat sangat rendah hati dan selalu tunduk di bawah Al Qur’an dan As Sunnah. Beliau sangat tidak peduli dengan perkataan orang atau cemoohan orang. Yang terpenting bagi beliau adalah; mengikuti petunjuk dari Al Qur’an dan As Sunnah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Sehingga dalam prinsip hidupnya pun beliau tetap mengedepankan keduanya, Al Qur’an dan As Sunnah.

Bahkan pada kesempatan yang lain imam Syafi’i berkata:
كُـلُّ حَدِيْـثٍ عَـنِ النَّـبِـيِّ فَـهُـوَ قَوْلِـى، وَ إِنْ لَـمْ تَسْـمَـعُوْهُ مِـنِّى.
“Setiap hadits yang diucapkan dari nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, maka itulah pendapatku meski kalian tidak pernah mendengarnya dariku”.
Dari sini seharusnya jelas bahwa imam Syafi’i sangat legowo dan rela seandainya ternyata ada pendapatnya yang ternyata ada yang salah dan bertentangan Al Qur’an dan As Sunnah. Kemudian para pengikutnya meninggalkan pendapatnya lalu mereka ramai-ramai menggunakan Al Qur’an dan As Sunnah.
Imam Syafi’i faham betul, seandainya beliau mempertahankan egonya dengan cara menyuruh agar semua pengikutnya mengikuti apapun yang menjadi pendapatnya. Maka kelak pasti akan diminta pertanggung jawabannya dihadapan Allah Ta’ala. Dan tentunya kelak semua pengikutnya yang mengikutinya tanpa ilmu itu pasti juga akan menuntut imam Syafi’i bukan?
Makanya itulah yang terjadi. Sehingga imam Syafi’i lebih legowo mereka mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah dibandingkan dengan mengikuti pendapatnya (seandainya) yang salah.
وَإِنْ تُـطِعْ أَكْـثَـرَ مَن فِى الْأَرْضِ يُـضِـلُّوْكَ عَـن سَبِـيْـلِ اللهِ، إِن يَــتَّـبِـعُوْنَ إِلَّا الظَّـنَّ وَإِنْ هُـمْ إِلَّا يَـخْـرُصُوْنَ.
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Qs. Al An’am 116.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
