Patuh Terhadap Al Haq Bag.12

Imam Syafi’i rahimahullah berkata. “Tidaklah seseorang itu menyombongkan diri terhadap Al Haq dihadapanku dan menolaknya kecuali martabatnya akan jatuh dari mataku. Dan tidaklah dia menerima kebenaran itu kecuali aku akan merasa segan padanya dan menjadi cinta kepadanya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa 10/33.

Ini juga salah satu sikap yang sering ditunjukkan para ulama salaf kepada orang-orang yang sombong terhadap Al Haq. Atau sikap bijak para salafush shalih terhadap orang-orang yang menolak kebenaran (Al Haq). 

Sebab setidaknya para ulama salaf itu (karena ketaqwaannya) memiliki bashirah (penglihatan dengan mata batin). Sehingga mereka tahu mana orang yang sombong dan mana yang tidak, mana orang yang ikhlas menerima Al Haq dan mana yang pura-pura dan orang-orang yang modelnya seperti ini biasanya menerima (Al Haq) itu karena ada unsur keduniaan.

ulama fiqih

لَا جَرَمَ أَنَّ اللهَ يَـعْـلَـمُ مَا يُـسِرُّوْنَ وَمَا يُـعْلِـنُوْنَ، إِنَّـهُ لَا يُـحِبُّ الْمُسْـتَـكْبِـرِيْـنَ.

Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nampakkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Qs. An Nahl 23. 

Sebaliknya para salaf (terutama imam Syafi’i) justru akan segan terhadap orang dengan ketundukan hati mau menerima Al Haq. Sebab memang sudah diajarkan dalam Al Qur’an.

يَـايَـحْـيَ خَذِ الْكَـتَـابَ بِـقُـوَّةٍ وَ ءَاتَيْـنَـاهُ الْحُـكْـمَ صَبِـيًّـا. وَحَـانًـا مِّن لَّـدُنَّـا وَزَكَـوةً، وَكَانَ تَـقِـيًّـا. وَبَـرَّا بِـوَالِدَيْـهِ وَلَـمْ يَـكُن جَـبَّـارًا عَصِيًّـا.

Wahai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sunguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertaqwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah dia orang yang sombong lagi durhaka. Qs. Maryam 12-14.

Dari sisi riwayat atau kesejarahan, Bilal bin Rabbah radliyallahu ‘anhu telah membuktikannya. Yakni; beliau adalah seorang budak dengan warna kulit yang sangat hitam. Tetapi setelah beliau beriman maka derajat beliau langsung naik ke tingkatan yang sangat tinggi.hal itu dibuktikan dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam;

1. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah mengatakan bahwa beliau saat tidur pernah mendengar bahwa sandalnya Bilal bin Rabbah radliyallahu ‘anhu sudah berada di surga. Padahal saat Rasulullah bermimpi, Bilal masih idup.

2. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda kepada Abu Bakar Ash Shiddiq radliyallahu ‘anhu bahwa seandainya Abu Bakar memarahi Bilal maka Allah akan marah kepadanya (Abu Bakar).

Ya, itulah yang membedakan ajaran Islam dengan yang lain tentunya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button