Imam Adz Dzahabi berkata, ‘Dalam Musnad Asy Syafi’i kami mendengar, Abu Hanifah bin Samak menceritakan kepadaku, Ibnu Abi Dzi’b memberitahuku, dari Maqbari, dari Abi Syuraih bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
مَنْ قُـتِـلَ لَـهُ قَـتِيْـلٌ فَـهُوَ بِـخَيْـرِ النَّـظَرَيْـنِ: إِنْ أَحَبَّ أَخَذضَ الْعَـقْـلَ، وَإِنْ أَحَبَّ فَـلَـهُ الْقَـوَدُ.
“Barangsiapa yang anggota keluarganya terbunuh, maka dia memiliki dua pilihan: kalau senang (menghendaki) dia bisa mengambil denda. Dan jika (tidak) dia bisa juga memilih untuk qishash”. Diriwayatkan Abu Daud pada kitab Sunan-nya no. 4504 terdapat pada BAB; Waliyyul ‘Ahdi yardha bid Diyyah.
Abu Hanifah berkata, Saya tanyakan pada Abi Dza’b, ‘Apakah engkau mengambil pendapat ini, wahai Abul Harits?’.
Maka beliau memukul dada saya dan meneriaki saya berulang kali, lalu berkata, “Saya memberimu hadits dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan engkau bertanya, ‘Apakah engkau mengambil pendapat ini?’

“(Saya katakan) Iya. Saya mengambilnya. Yang demikian itu ada wajib bagi saya, dan bagi orang-orang yang mendengarnya. Sesungguhnya Allah Ta’ala memilih Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam dari kalangan manusia dan memberikan hidayah kepada mereka melalui perantaraan dakwah beliau. Dan Dia telah memilihkan untuk mereka apa yang dipilihkan-Nya untuk beliau melalui lisan beliau. Maka wajib atas seluruh makhluk untuk mengikuti beliau dalam keadaan taat atau terhinakan. Tiada jalan keluar bagi seorang muslim dari yang demikian itu”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 7/142.
Setidaknya beginilah akhlak para salafush shalih. Dia akan menerima apapun yang datangnya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sebab Rasulullah adalah manusia pilihan Allah Ta’ala yang tentunya tidak memiliki cacat. Meski dari sisi kemanusiaan, beliau memang seorang manusia biasa tetapi beliau adalah manusia terhebat.
قُلْ إِنَّـمَـا أَنَـا بَـشَرٌ مِّثْـلُـكُـمْ يُـوْحَى إِلَـيَّ أَنَّـمَـاإِلَـهُـكُـمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ، فَـمَن كَانَ يَـرْجُوْا لِـقَـآءَ رَبِّـهِ فَلْـيَـعْمَـلْ عَـمَـلًا صَلِـحًا وَلَا يُـشْرِكْ بِـعِـبَـادَةِ رَبِّـِهِ أَحَدًا.
Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku; “Bahwa sesungguhnya Tuhan kalian itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan amal shalih dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. Qs. Al Kahfi 110.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
