Abdurrahman bin Aban mampu memadukan antara agama, kekuasaan dan kehormatan/kemuliaan.
Ya, kelihatannya keren tetapi memang inilah kenyataannya. Abdurrahman bin Aban adalah cucu seorang pebisnis di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Beliau juga seorang khalifah ketiga dari kaum muslimin. Yaitu Utsman bin Affan radliyallahu ‘anhu.
Semua orang pasti membayangkan bagaimana kehidupan anak khalifah. Hidup yang penuh gelimang harta dan foya-foya.
Tetapi bila lebih di-zoom maka akan didapati bahwa kehidupan Abdurrahman bin Aban bin Utsman bin Affan ini justru sangat sederhana. Sebaliknya, beliau hidup sebagaimana kaum muslimin lainnya. Bahkan beliau jauh melebihi dari yang lain. Terutama dalam hal keagamaan.
Sehingga ketika sudah menginjak dewasa Abdurrahman bin Aban bin Utsman bin Affan menjadi orang yang ahli agama. Di antaranya ahli sirah (sejarah), ahli ibadah, dermawan, ahli fiqh, mujtahid dan sebagainya.
Sungguh beliau adalah seorang ulama di masanya.

Abu Musa At Tamimi berkata, “Saya tidak pernah melihat ada orang yang mampu memadukan antara agama, kekuasaan dan kehormatan/kemuliaan kecuali dia (Abdurrahman bin Aban)”.
Dikatakan, “Beliau bisa membeli budak-budak dalam rumah tangganya, lalu memberi pakaian kepada mereka dan membebaskan mereka sambil berkata, “Saya meminta pertolongan kepada mereka (agar mendoakan dan dimudahkan) saat di tengah sakaratul maut”.
Maka beliau meninggal dunia saat tertidur di masjidnya”.
Dikatakan, “Beliau banyak amal ibadahnya dan zuhud”.
Sementara itu Ali bin Abdullah bin Abbas melihatnya dan terkesan dengan kezuhudannya, sehingga beliau menteladaninya dalam amal shalih. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 5/10.
Jadi begitulah kehidupan para salafush shalih. Meski beliau seorang anak khalifah (presiden, bila di Indonesia) tetapi bukan berarti beliau suka bersenang-senang dan suka menghambur-hamburkan uang serta berpesta. Melainkan justru waktunya beliau gunakan untuk mencari ilmu sebanyak mungkin.
Adapun hartanya dipakai untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Terutama untuk membebaskan para budak dari kalangan kaum muslimin. Tujuannya tiada lain agar tidak ada lagi perbudakan dari kalangan kaum musimin.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
