Para Salaf sangat Zuhud Bag.13 c

Kebanyakan manusia pasti sangat senang ketika sebenarnya dirinya sangat membutuhkan sesuatu kemudian ada orang yang memberikan sesuatu yang dibutuhkannya. Tetapi tidak buat Abu Abdullah. Beliau justru sangat marah dan bahkan berdoa agar Allah mencabut ruhnya. Subhaanallah!

Berikut ini kisah lanjutannya;

Maka berangkatlah kami dengan berkendara. Tatkala sedang di perjalanan menuju rumah Abu Abdullah, sampailah kami di pasar bernama Mardad, Bashrah. Kami melihat Ibrahim bin Sulaiman, pemimpin Bashrah sedang duduk santai di sana. Lalu Ibrahim bin Sulaiman berkata, “Wahai anak muda! Tolong panggilkan saya Ibrahim bin Syabib bin Syu’bah”.

Maka setelah saya bertemu dengan Ibrahim bin Syabib bin Syaibah, saya menceritakan tentang perjalanan kami yang berkunjung ke Abu Abdullah dan ingin membantunya. 

Kemudian Ibrahim bin Syabib bin Syaibah menanyakan tentang tujuan kami. Kemudian Ibrahim bin Syabib bin Syaibah berkata, “Saya akan mendahului kalian dalam urusan kebaikan ini”.

Lalu beliau memanggil anaknya, “Wahai anak muda! Ambilkan saya uang segepok uang dirham”.

Dan anak muda itupun datang sesuai dengan perintah Ibrahim bin Syabib bin Syaibah. 

zuhud

Ibrahim bin Syabib bin Syaibah berkata, “Panggilkan saya anak laki-laki”. 

Setelah anak muda itu datang, Ibrahim berkata (kepada anak muda itu), “Bawalah segepok uang dirham ini bersama orang ini sampai kamu memberikannya kepada orang yang sudah saya tuju untuk menerimanya”.

Saya sangat senang sekali, lalu saya segera bangkit. Dan ketika saya sudah sampai di depan pintu, saya memberi salam dan Abu Abdullah menjawab salam lalu keluar menemui saya. 

Ibrahim bin Syabib bin Syaibah terkejut ketika melihat wajah Abu Abdullah yang tiba-tiba berubah. Terlebih setelah melihat kasur di atas pundak anak muda di belakangnya. 

Abu Abdullah memberondong pertanyaan, “Ada apa ini? Apa yan terjadi padamu? Apakah engkau menginginkan saya terkena bencana?”.

Ibrahimpun buru-buru menjelaskan kalau semua ini pemberian amir (pemimpin) Bashrah yang terkenal diktator itu. Yakni Muhammad bin Sulaiman.

Begitu mendengar penjelasan itu Abu Abdullah semakin marah dan Abu Abdullah langsung menutup pintu rumahnya. 

Subhaanallah. Padahal sebenarnya Ibrahim bin Syabib bin Syaibah ini membawakan sesuatu (anggaplah sebuah hadiah) yang sebenarnya sangat dibutuhkan Abu Abdullah. Tetapi ternyata Abu Abdullah tidak mau. Terlebih ketika mendengar bahwa Muhammad bin Sulaiman yang diktator itu juga ikut menyumbangkan dananya. Sungguh beliau berbuat seperti itu bukan karena sombong melainkan karena zuhud dan menjaga dari sesuatu yang ditakutkan nantinya akan dipertanyakan di akhirat kelak.

Insya Allah berlanjut.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button