Dari Ziyad bin Mahik, dia berkata; Suatu ketika Syadad bin Aus radliyallahu ‘anhu berkata, “Kalian tidak akan melihat sebuah kebaikan kecuali ada sebab akibatnya. Kalian tidak akan melihat sebuah kejahatan kecuali ada sebab akibatnya (juga). Segala kebaikan itu muaranya adalah kebahagiaan di surga. Dan segala kejahatan serta segala aspeknya akan berada di neraka. Sesungguhnya dunia ibarat hidangan yang dimakan oleh orang baik dan orang jahat. Akhirat adalah sebuah janji yang benar yang telah disediakan oleh sang Pemilik dan sang Penguasa (Allah Ta’ala). Dari kedua perilaku (kebaikan dan kejahatan) itu ada pecintanya masing-masing. Maka jadilah pecinta akhirat dan janganlah menjadi pecinta dunia”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 1/709.
Dari pernyataan beliau ini setidaknya ada beberapa poin yang bisa diambil pelajaran;
a. Tentang sebab dan akibat; baik kebaikan maupun kejahatan.
Maksudnya apa?
Sebagai insan beriman maka diharuskan untuk lebih realistis dalam berfikir. Tidak boleh ‘menabrak’ pakem dalam berfikir. Tujuannya agar umat ini selalu menjaga diri dari berbuat kebaikan dan kebajikan, serta mengindarkan diri dari berbuat maksiat dan kejahatan.
Walaupun ada hadits yang mengatakan tentang adanya seorang pembunuh hingga seratus orang namun di akhir hayatnya dia bertaubat. Sehingga dia masuk surga.

Tetapi ingat bahwa yang disampaikan Rasulullah benar tetapi jangan dengan kisah itu membuat diri ini dengan mudah melakukan maksiat. Sebab siapa tahu di saat melakukan kemaksiatan lalu meninggal dunia?
Maka menjaga itu jauh lebih baik daripada mengobati bukan?
b. Dunia itu ibarat hidangan.
Namanya juga hidangan. Jadi ya memang boleh dimakan. Hanya saja ada orang-orang rakus dan ada yang iffah (menjaga diri dari rasa rakus). Bagi yang rakus maka dia pasti akan mengambil milik orang lain, sedangkan yang iffah maka dia hanya akan mengambil haknya saja.
Selain itu, ada yang memakannya sambil berdiri, berjalan, bersendau gurau,tertawa terbahak-bahak hingga tersedak dan sebagainya. Tetapi juga ada yang makan dengan cara duduk seperti yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
c. Dunia dan akhirat itu masing-masing memiliki anak buah alias pengikut.
Dari dua penjelasan di atas setidaknya sudah bisa ditebak, siapa saja orang yang menjadi pengikut (penghamba) dunia dan siapa saja yang menjadi pengikut (penghamba) akhirat.
Yang pasti masing-msing dari keduanya memiliki konsekwensi masing-masing. Yang menjadi anak-anak dunia (pengikut dunia/penghamba syahwat dan syubhat) maka akan menyesal kelak di akhirat. Sedangkan yang menjadi anak-anak akhirat (yang selalu mengikuti syariat) maka dia akan selamat di akhirat.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
