Dalam kitab Shiffatush Shafwah, imam Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah mencatat sebuah riwayat tentang Abdullah bin Mubarak yang harus berdesak-desakan untuk mengambil air minum.
Berikut riwayatnya:
قَالَ الْحَسَنُ: وَكُـنْتُ مَعَ ابْنَ الْمُـبَارَكَ يَـوْمًا فَـأَتَيْـنَـاعَـلَى سِقَـايَـةِ وَالنَّـاسُ يَـشْرَبُـوْنَ مِنْـهَـا. فَـدَنَـا مِنْـهَـا لِيَـشْرَبَ وَلَـمْ يَـعْرَفُـهُ النَّـاسُ فَزَحَـمُوْهُ وَدَفَـعُوْهُ فَـلَمَّـا خَرَجَ قَـالَ لِي: مَا الْعِـيْـشَ إِلَّا هَـكَـذَا. يَـعْـنِى حَيْـثُ لَـمْ يَـعْـرِفُ وَلَـمْ نُـوَقِّـرُ.
Al Hasan berkata, ‘Di suatu hari saya bersama Abdullah bin Mubarak mendatangi tempat penampungan air. Di sana banyak orang yang datang untuk meminum di tempat itu. Kemudian Abdullah bin Mubarak mendekati penampungan air tersebut untuk minum dan tidak ada seorangpun yang menenalinya. Mereka berdesak-desak (hingga) mendorongnya. Ketika dia (berhasil) kelaur dari kerumunan itu, dia berkata kepada saya, “Tidak terasa hidup kecuali dengan (cara harus mengalami) seperti ini”. Maksudnya di saat tidak ada orang yang mengenali dan menghormati kami. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 2/323.
Sungguh ada pelajaran berharga dari kejadian di atas. Yakni para salafush shalih amat sangat tidak menginginkan kemasyhuran. Padahal sebenarnya saat itu nama Abdullah bin Mubarak sangat masyhur. Jadi seandainya beliau tidak ingin berdesak-desakan atau bahkan sedikit didorong-dorong oleh kaum muslimin lainnya, tentu beliau cukup dengan mengucapkan bahwa dirinya adalah Abdullah bin mUbarak. Maka tentu seketika itu juga kaum muslimin akan memberikan jalan bagi beliau. Dan beliau tidak perlu berdesak-desakan dan mendapatkan dorongan dari kaum muslimin lainnya.

Tetapi beliau sama sekali tidak melakukannya, melainkan justru beliau menikmatinya!
Tidak seperti manusia hari ini. Ketika terjadi suatu peristiwa kecil saja maka orang yang terkenal pasti akan langsung berteriak dengan mengatakan bahwa dirinya ada di antara mereka. Tujuannya tiada lain agar dirinya mendapatkan perlakuan berbeda dari kebanyakan manusia lainnya.
Kenapa Abdullah bin Mubarak tidak melakukan hal itu? Bahkan malah justru menikmatinya?
Sebab beliau setidaknya telah melihat bagaimana seorang khalifah, amirul mukminin, Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu saja beliau melakukan hal seperti setiap malam. Tujuannya agar beliau benar-benar menemukan sesuatu yang lain yang di luar laporan anak buahnya secara formal.
Dan kenyataannya beliau menemukan hal yang diinginkannya. Di antaranya tentang kasus seorang ibu yang menyuruh anak gadisnya agar mencampur susu hasil perahannya dengan sedikit air; agar mendapatkan hasil yang agak sedikit berlebih. Namun anak gadisnya justru menolak dan menyadarkan ibunya.
Juga beliau menemukan kasus seorang janda yang memiliki beberapa anak kecil yang kelaparan. Dan karena tidak memiliki makanan sama sekali akhirnya sang ibu memasak air yang berisi pasir, hingga anak-anaknya ketiduran dalam kondisi kelaparan.
Begitu melihat hal itu Umar bin Khaththab langsung bergerak menemuinya dan sejurus kemudian beliau ke baitul maal mengambil makanan lalu memangulnya sendiri dan diserahkan langsung kepada sang ibu itu.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
