Para Salaf sangat Takut dengan Kemasyhuran 3

Dari Bustham bin Muslim, dia bercerita bahwa Muhammad bin Sirrin suatu ketika beliau berjalan lalu ada seorang pemuda yang berdiri (untuk menghormatinya), lalu Muhammad bin Sirrin bertanya, “Apakah kamu punya keperluan?”.

Jika apabila si pemuda itu memiliki keperluan maka beliau akan membantu memenuhi keperluannya. Apalagi bila saat kepulangannya dari bepergian kok ternyata si pemuda tadi tetap berdiri untuk memberikan penghormatan maka Muhammad bin Sirrin pun bertanya kepadanya dengan nada keheranan, “Apakah kamu memiliki keperluan?”. Terdapat pada kitab Shiffatush Shafwah 3/243.

Inilah sikap para salafush shalih. Hanya sekedar saat dirinya lewat saja kemudian ada seseorang yang berdiri untuk menghormatinya, mereka merasa risih. 

Ya, risih. Tetapi bukan risih karena orang tersebut bau tidak enak badan atau karena belum mandi. Tetapi lebih pada ketakutan mereka bila dirinya masyhur di mata masyarakat. sebab mereka takut jika kemasyhurannya nanti akan menjerumuskannya pad dua penyakit hatinya; riya’ dan sum’ah.

Para Salaf Sangat Takut dengan Kemasyhuran

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengingatkan tentang suatu amalan yang ditakuti beliau? Yakni syirik ashghar (syirik kecil).

Dalam hadits lain ynag panjang juga disebutkan:

سُـئِلَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عِـنِ الرَّجُـلِ يُـقَـاتِـلُ شَـجَاعَـةً وَيُـقَـاتِلُ حَـمِيَّـةً وَيُـقَـاتِلُ رِيَـاءً أَيُّ ذَلِـكَ فِى سَـبِيْـلِ اللهِ؟

فَـقَـالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَاتَـلَ لِـتَكُـوْنَ كَلِـمَـةُ اللهِ هِـيَ الْعُـلْيَـا فَـهُوَ فِى سَبِـيْـلِ اللهِ.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah ditanya tentang seseorang yang berangkat ke medan jihad karena pemberani, atau karena membela negerinya, atau supaya dilihat orang; manakah dari ketiga orang tersebut yang disebut sebagai berjhad di jalan Allah?.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Barangsiapa yang berjihad supaya kalimat Allah mejadi tinggi maka dialah orang yang berjihad di jalan Allah”. Diriwayatkan Bukhari no. 2810 dan Muslim no. 1904.

Oleh karenanya hindarilah dari rasa ingin menjadi orang yang terkenal dan masyhur di tengah masyarakat. sebab ditakutkan malah justru akan merusak keimanan seseorang. Tetapi tidak masalah atau bahkan menjadi keharusan bila terkenal oleh penduduk langit. 

Sebab dikenal oleh penduduk langit itu menandakan bahwa dia adalah benar-benar orang yang shalih.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button