Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.8

Al Qasim bin Asakir dalam riwayat hidup ulama Sulaim bin Ayyub R Razi menyebutkan, ‘Diceritakan kepadaku tentang dirinya, ‘Bahwa dia selalu menghitung nafasnya. Dia tidak membiarkan satu waktu pun terlewat tanpa manfaat, baik untuk menyalin, untuk belajar maupun untuk membaca’.  

“Dan diceritakan kepadaku tentang dirinya bahwa dia menggerakkan bibirnya hingga dia menjatuhkan penanya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 17/646. 

Subhaanallah! Begitulah orang-orang yang memahami tentang penting waktu. Mereka sama sekali tidak pernah rela waktunya hilang sia-sia. Hilang tanpa ada manfaatnya sedikitpun.  

Sebab mereka sadar bahwa waktu itu tidak akan pernah kembali ke belakang. Begitu lewat maka yang ada adalah penyesalan.  

Bukankah banyak orang-orang yang menyesal disebabkan mereka telah menyia-nyiakan waktu saat di dunia? Setidaknya Allah telah menginformasikan tentang orang-orang yang suka bermegah-megahan di muka bumi; terdapat pada surat At Takaatsur. 

harta dan keturunan

Memang hanya pada ayat yang pertama saja Allah menyebutkan tentang bermegah-megahan. Tetapi bukankah efek negatifnya Allah tunjukkan pada ayat berikutnya? Di antara ditunjukkannya neraka Jahim. 

Ya, bukankah hari ini sangat banyak sekali orang yang suka bermegah-megahan atau yang suka pamer? Entah pamer kekayaan, pamer prestasi, pamer kepandaian dan bahkan –na’udzubillah- pamer aurat. 

Tentu pamer dan bermegah-megahan itu terjadinya tidak secara spontan melainkan sudah direncanakan sebelumnya, bukan?  

Nah bila memang sudah direncanakan jauh-jauh hari, itu maknanya setiap nafasnya hanya akan diliputi rasa pamer dan riya’. Tujuannya tiada lain agar nantinya banyak orang yang terkagum-kagum pada dirinya. 

Oleh karenanya jauh-jauh hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi telah bersabda: 

وَاللهِ. إِنِّـى لَأسْـتَـغْـفِـرُ اللهَ وَ أَتُـوْبُ إِلَيْـهِ فِى الْيَـوْمِ أَكْـثَـرَ مِنْ سَبْـعِـيْنَ مَرَّةً. 

Wallahi (Demi Allah)! Sungguh aku beristighfar (meminta ampun) dan bertaubat kepada Allah setiap harinya lebih dari tujuh puluh kali. Diriwayatkan Bukhari, hadits dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu. 

Oleh karena itu hendaknya setiap muslim jangan minder hanya karena tidak memiliki dunia. Tetapi tetaplah menjaga dan emnggunakan waktu yang tersisa ini untuk amal kebaikan. Setidaknya seperti yang disampaikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Yakni beliau dalam sehari semalam tidak kurang dari tujuh puluh kali beliau istighfar dan bertaubat. 

Bukan melakukan istighfar dan bertaubat tidak memerlukan waktu an raung tertentu? Maka jadilah hamba Allah yang betul-betul mampu menggunakan waktu untuk kebaikan. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button