Para Salaf Menggunakan Waktu Bag.5b

Berurusan dengan penguasa (terutama khalifah) memang sangat ‘sesuatu’ sekali. Maka tidak heran bila banyak manusia yang menganggapnya bahwa kekuasaan dan penguasanya adalah seperti gula. Sehingga menarik bagi semut untuk mengerubutinya. 

Namun hal itu tidak bagi para ulama shalafush shlih yang masih lurus lagi hanif. Mereka menganggap bahwa penguasa adalah manusia yang sama seperti manusia lainnya yang sama-sama hanya memiliki dua sisi waktu; yang telah berlalu dan yang akan datang.  

Sementara itu sang penguasa sendiri terkadang justru lupa diri. Mereka –karena merasa yang memiliki kekuasaan maka mereka berbuat sewenang-wenang. Sebab dianggapnya kekuasaannya itu abadi- harus diingatkan dan luruskan. Agar dalam menjalankan roda pemerintahannya sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala. 

Berikut ini lanjutan surat Hasan Al Bashri rahimahullah kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz: 

“Kehidupan yang tersisa tidak ada harganya atau nilainya. Jika seluruh dunia ini dikumpulkan, jumlahnya tidak akan sama dengan satu hari yang tersisa dari kehidupan pemiliknya. Maka janganlah engkau menjual seharipun lalu menyamainya dari dunia dengan harga yang lebih rendah dari harganya. Dan janganlah orang yang dikuburkan memperlihatkan rasa hormat yang lebih besar terhadap apa yang ada di tanganmu daripada rasa hormat yang engkau tunjukkan terhadap apa yang menjadi milikmu”. 

Ulama Hasan Al Bashri

“Demi kehidupanku, andaikan orang yang dikubur di liang lahat diberi tahu Dunia ini dari awal sampai akhir, engkau buat untuk apa anak cucumu kelak, supaya mereka menikmatinya”. 

“Maka begitulah adanya, dan tidak ada urusan lain bagimu selain mereka. Apakah hari ini lebih engkau sukai atau hari di mana engkau membiarkannya bekerja sendiri? Dia akan memilih itu. Dia tidak akan menggabungkan sesuatu pun dengan hari itu, kecuali dia memilih hari itu dairpada hari itu, menginginkannya dan memuliakannya”. 

“Bahkan, jika dia membatasi dirinya pada waktu yang terbaik saja, dan di antara kelipatan waktu yang telah au uraikan kepadamu dan kelipatan waktu yang diperuntukkan bagi orang lain, niscaya dia akan memilih waktu itu untuk dirinya sendiri daripada kelipatan waktu yang diperuntukkan bagi orang lain”. 

“Akan tetapi, jika dia membatasi diri pada satu kalimat yang diucapkannya yang dituliskan untuknya dan di antara apa yang telah aku uraikan kepadamu dan yang kelipatannya, niscaya dia akan memilih satu kalimat itu daripada kalimat ini”. 

“Maka kritiklah hari itu bagimu sendiri. Lihatlah saatnya, agungkanlah perkataan itu, dan waspadalah terhadap penyesalan ketika mabuk kepayang turun. Dan janganlah merasa aman bahwa perkataan itu mempunyai argumen”. 

“Semoga Allah memberikan manfaat kepada kia semua dengan tulisan ini, dan memberikan kepada kita semua hasil yang terbaik”. 

“Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh”. Terdapat pada kitab Hilyatul Auliya’ 2/139. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button