Sungguh dahulu hubungan antara ulama dan penguasa sangat serasi sekali. Meskipun sekilas seperti hubungan antara air dan minyak; mereka tidak saling bersatu. Tetapi sejatinya justru dengan hal dan suasana seperti itu ternyata justru pemerintahan semakin solid. Setidaknya sebagaimana yang terdapat cuplikan pada kitab Hilyatul Auliya’ berikut ini:
Ada satu tulisan yang sangat bagus sekali dari Hasan Bashri rahimahullah yang berbentuk surat yang panjang yang sengaja beliau untuk Umar bin Abdul Aziz. Dalam tulisannya itu (di antaranya) berbunyi sebagai berikut, katanya: “Aku akan menggambarkan kepadamu tentang dunia; (bahwa dunia itu) umurnya hanya antara satu atau dua jam lainnya. Satu jam telah berlalu dan satu jam lagi adalah waktu yang akan datang. Dan satu jam saat ini adalah saat di mana engkau sedang jalani”.
“Adapun di masa lampau, engkau tidak akan memperoleh kesenangan dalam kenyamanan mereka, dan tidak pula memperoleh kesakitan dalam kesusahan mereka”.
“Sesungguhnya dunia ini adalah satu jam yang sedang kamu jalani, dan jam tersebut telah menipu dirimu dari surga dan membawamu ke neraka. Hari ini , jika engkau bijak, seorang tamu akan datang kepadamu dan kemudian pergi. Jika engkau berbuat bai kepadanya dan menyambutnya dengan baik, maka dia akan memberi kesaksian tentang kebaikan yang telah engkau perbuat, memuji engkau atas perbuatanmu itu, dan berlaku jujur kepadamu. Namun jika engkau memperlakukannya dengan burukdan tidak menyambutnya dengan baik, dia akan menghilang di matamu”.

“Dua hari itu seperti dua saudara. Salah satu di antara mereka datang kepadamu, lalu engkau memperlaukannya dengan buruk dan tidak memperlaukannya dengan baik di antara kalian. Kemudian datanglah orang lain kepadamu setelah dia berkata, “Aku datang kepadamu setelah saudaraku, dan kebaikanmu akan menghapus perlakuan burukmu kepadanya dan memaafkanmu atas apa yang telah engkau lakukan”. “
Maka sejak itu aku datang kepadamu sesudah saudaraku meninggalkanmu. Maka sesungguhnya engkau telah mendapat seorang pengganti baginya, jika engkau bijaksana”. “Jadi gantilah apa yang hilang darimu, jika engkau menambahkan yang terakhir kepada yang pertama, maka engkau tidak akan dihancurkan oleh kesaksian mereka terhadapmu”.
Inilah nasehat seorang ulama kepada penguasa yang sama sekali tidak memiliki pamrih. Hasan Al Bashri menulia surat itu tujuannya untuk mengingatkan bahwa meskipun dirinya (Umar bin Abdul Aziz) adalah berstatus sebagai seorang khalifah, tetapi tetap saja Umar bin Abdul Aziz adalah seorang manusia yang kelak pasti akan mati juga.
Oleh karenanya Hasan Al Bashri hanya mengingatkan agar selalu memperhatikan waktu yang semakin lama semakin sedikit waktu yang diberikan Allah kepadanya (dan semua manusia). Tujuannya agar khalifah juga siap saat menghadapi kematian.
(insya Allah bersambung)
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
