Hasan Bashri berkata;
أَدْرَكْـتُ أَقْـوَامًـا كَانَ أَحَـدُهُـمْ أَشَـحُّ عَـلَى عُـمْـرِهِ مِنْـهُ دِرْهَـمِـهِ.
“Aku menjumpai beberapa kaum, salah satu dari mereka lebih pelit terhadap umurnya (waktunya) daripada dirham (harta) mereka”. Terdapat pada kitab Syarhu Sunnah, karya Imam Baghawi 14/225.
Inilah potret generasi para salafush shalih. Mereka benar-benar menerapkan firman Allah Ta’ala:
فَـإِذَا فَـرَغْتَ فَـانْـصَبْ. وَإِلَى رَبِّـكَ فَـارْغَـبْ.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. Qs. Alam Nashrah 7-8.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
نِـعْـمَـتَـانِ مَغْـبُوْنٌ فِـيْـهـِـمَـا كَثْـيْرٌ مِنَ النَّـاسِ: الصِّحَّـةُ وَالْفَـرَاغُ.
“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang”. Riwayat Bukhari no. 6412, dari Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhu.
Karena begitu pelitnya mereka terhadap waktu maka tidak heran Ibnul Qayyim mampu menulis buku hingga ratusan judul. Sebab ternyata beliau memang betul-betul memanfaatkannya secara baik.
Salah satu contohnya; ketika ada tamu yang datang ke rumahnya, beliau ya mempersilahkan masuk tamunya dan diajak ngobrol. Tetapi beliau masih saja memeang buku dan pena. Meskipun beliau menerima tamu namun beliau teapi masih bisa menulis dan bukan berarti fokus beliau buyar dan terpecah menjadi dua; menerima tamu dan menulis buku. Akan tetapi beliau msih saja tetap bisa fokus pada dua keadaan sekaligus, memuliakan tamu dan menulis.
Adapun secara umum, para generasi salafush shalih itu –karena memang sangat pelit terhadap waktu- maka tidak heran bila saat itu sama sekali tidak ada para sejarawan yang menulis bahwa ada sesorang dari generasi salafush shalihe menganggur.
Lho kok? Sombong sekali!
Sama sekali bukan sombong. Dan ini bisa terjadi. Sebagai contoh; bila ada seseorang yang selesai menunaikan suatu urusan maka orang tersebut segera melakukan aktifitas lalinnya yang bermanfaat.
Lalu bagaimana dengan kondisi hari ini. Apakah bisa diterapkan?
Bisa! Yakni ketika seseorang (selesai) pulang kerja, lalu dia bisa saja narik ojol, misalkan. Atau langsung menuntut ilmu di suatu majlis taklim, atau membenatu pekerjaan istri, atau yang lainnya lagi.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
