Para Salaf dan Hak Penciptaan Bag.5

Sulaiman At Taimi berkata, “Ada tiga perkara yang tidak aku ingat kecuali orang yang mau merenungkannya;  

1. Aku tidak mendatangi pintu penguasa kecuali aku diundang. 

2. Aku tidak masuk di antara dua orang hingga mereka memasukkanku dalam (perkara) mereka berdua. 

3. Aku tidak menyebut seseorang setelah dia meninggalkanku kecuali dengan (menyebut) yang baik-baiknya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 4/92. 

Inilah sebagian adab yang diterapkan oleh para salafush shalih. Yaitu; 

1. Aku tidak mendatangi pintu penguasa kecuali aku diundang. 

Ini bukan sekedar adab melainkan juga sikap tawadhu’ dan menjaga izzah (kemuliaan) pada diri sendiri, jadi bukan sikap kesombongan. Sebab jika sikap tawadhu’ dan menjaga izzah ini sudah tidak ada lagi di tengah-tengah umat maka yang terjadi adalah kerusakan moral dan kedhaliman. Bagaimana tidak? 

Sulaiman At Taimi

Ketika seorang alim sudah mulai terbiasa mendatangi penguasa maka akan terjadi keakraban di antara keduanya. Dan jika hal secara terus menerus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kong kalikong yang akan berdampak buruk di tengah masyarakat. misal, jika penguasa menginginkan sesuatu tetapi dimungkinkan akan bertentangan dengan masyarakat maka sang alim membuatkan fatwa demi melanggengkan keinginan sang penguasa. Padahal umumnya, bila penguasa sudah menginginkan sesuatu maka dia tidak akan memikirkan dampak (entah baik atau buruk) terhadap masyarakatnya. 

2. Aku tidak masuk di antara dua orang hingga mereka memasukkanku dalam (perkara) mereka berdua. 

Ini adalah adab. Ya, sebab siapa tahu kalau kedua orang yang sedang berbicara itu sedang membicarakan sesuatu yang orang lain tidak ingin tahu, masalah kelaurga, misalnya. Atau masalah hutang piutang. Meskipun dirinya adalah orang alim tetapi ini kaitannya dengan adab. Dan itulah yang menjadi prinsipnya Sulaiman At Tamimi. 

3. Aku tidak menyebut seseorang setelah dia meninggalkanku kecuali dengan (menyebut) yang baik-baiknya. 

Ini juga berkaitan dengan adab. Yaitu selalu menjaga nama baik seseorang. Bukankah menyebarkan keburukan seseorang dari kaum muslimin itu berdosa? 

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain danjanganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hujuraat 12. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button