Para Salaf dan Hak Penciptaan Bag.3

Dari Umar bin Dzar, dia berkata, ‘Aku mendapatkan berita dari ‘Atha’ bin Abi Ribah, dia berkata, ‘Aku mendapatkan berita dari Fatimah, istrinya Umar bin Abdul Aziz bahwa ketika dia masuk ke ruangannya (Umar bin Abdul Aziz), dia melihat kedua tangan di pipinya (seakan menahan) air matanya. Hal itu membuat (diriku) bertanya-tanya tentangnya. 

Kataku, “Wahai Amirul Mukminin! Apa yang terjadi?”. 

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Wahai Fatimah! Aku telah mengambil alih urusan umat Muhammad. Aku memikirkan orang-orang yang kelaparan, orang-orang lemah (miskin) yang sedang sakit, orang-orang yang tidak memiliki pakaian, orang-orang yang tertindas, orang asing yang ditawan (penjara), para sesepuh yang memang perlu dimuliakan dan mereka yang memilliki keluarga besar namun hanya memiliki sedikit harta serta mereka yang berada di tempat-tempat yang jauh. 

Padahal aku tahu bahwa kelak Robbku akan meminta pertanggung jawabanku tentang mereka semua. Aku takut tidak memiliki argumen. Dan aku takut (nabi) Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam akan memintaku pertanggung jawaban. Inilah alasannya yang membuat diriku menangis”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 5/131-132. 

Umar bin Abdul Aziz

Inilah seorang pemimpin yang benar-benar memikirkan diri dan rakyatnya. Sebab karena rakyatnyalah akhirnya dirinya kelak akan dimasukkan ke dalam surga atau neraka. 

Ke surga jika memang dia benar-benar amanah dan bertanggung jawab terhadap semua rakyatnya. Dan dimasukkan ke dalam neraka disebabkan dia membiarkan urusan rakyatnya. Sehingga rakyatnya seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka berkotek (teriak-teriak) meminta tolong tetapi sama sekali tidak ada si penolong (pemimpin)nya.  

Bahkan karena saking amanah dan bertanggung jawabnya membuat khalifah Umar bin Abdul Aziz mengumpuli istrinya hanya sekalidalam sebulan atau bahkan lebih. Karena waktunya memang dipakai untuk mengurusi seluruh kehidupan dan keperluan rakyatnya. 

Tidak hanya itu, dalam riwayat disebutkan bahwa pada masa pemerintahannya, rakyatnya kebingungan untuk membayar zakat. Hal itu disebabkan seluruh rakyatnya bila mereka benar-benar sudah memasuki kemapanan ekonomi. Sehingga ketika ada orang yang datang ke rumahnya untuk membayar kepada tetangganya namun ditolaknya. Alasannya ya karena kehidupan ekonomi mereka memang sudah surplus (berlebih).  

Terakhir, menteri urusan zakat mengatakan bahwa hanya khalifah Umar bin Abdul Azizlah pada tahun itu yang memang benar-benar berhak mendapatkan zakat. Allahu Akbar!!! 

Jadi semua rakyatnya benar-benar telah makmur secara ekonomi. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button