Para Salaf dan Hak Penciptaan Bag.2

Laits bin Saad dan lainnya berkata, ‘Ada seorang laki-laki yang menulis surat kepada Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhum.  

Isi surat itu berbunyi, “Tulislah semua ilmu yang engkau miliki kepadaku”. 

Maka Abdullah bin Umar pun menjawab suratnya dengan tulisan sebagai berikut; 

“Sesungguhnya ilmu itu banyak (macam dan ragamnya). Namun jika engkau mampu, menghadaplah kepada Allah dengan; tiada tanggungan hutang darah manusia yang engkau pikul di punggungmu, perutmu kosong dari memakan hak dan harta mereka serta dirimu senantiasa komitmen bersama jama’ah mereka. Jika engkau sanggup melakukan itu, maka lakukanlah”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/222. 

Ini adalah pertanyaan yang tidak masuk akal dan jawaban yang menohok dari salah satu sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam untuk si penanya.  

Ya, tidak masuk akalnya si ‘penuntut’ ilmu ini meminta semua ilmu Allah agar ditulis lalu diberikan kepada dirinya. Padahal Allah Ta’ala sendiri dalam Al Qur’an telah menyebutkan bahwa tidak akan mungkin manusia menulis ilmunya Allah secara keseluruhan. 

قُـل لَّـوْ كَانَ الْبَـحْـرُ مِدَاداً لِّـكَـلِـمَـاتِ رَبِّـى لَـنَـفِدَ الْبَـحْرُ قَـبْـلَ أَن تَـنْـفَـدَ كَـلِـمَــتُ رَبِّـى وَلَوْ جِـئْـنَـا بِـمِثْـلْـهِ مَـدَدًا. 

Katakanlah, “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. Qs. Al Kahfi 109. 

ilmu Allah

Dari ayat di atas seharusnya setiap manusia faham bahwa ilmu Allah Ta’ala itu memang amat sangat luar biasa sekali luasnya. Maka tidak akan mungkin bagi manusia untuk mampu membukukan ilmu Allah itu.  

Jangankan cuma manusia biasa, nabi Musa ‘alaihi salam saja ketika merasa dirinya adalah orang yang paling pandai, karena beliau adalah seorang utusan Allah. Maka Allah pun menegurnya. Sebab masih ada orang yang lebih pandai dari dirinya. 

Hal ini juga Allah ceritakan dalam kisah yang sangat bagus yang juga terdapat pada surat Al Kahfi. Dalam kisah tersebut dikatakan bahwa nabi Musa ‘alaihi salam bersama muridnya pergi mencari seseorang (nabi Khidhir ‘alaihi salam) yang telah disebutkan Allah. Dan setelah bertemu ternyata nabi Musa benar-benar dibuat melongo. Sebab baru berjalan beberapa saat ternyata nabi Musa dibuat tidak berdaya. Yaitu mulai dari perahu yang sengaja dilubangi, membunuh seorang remaja tanpa diketahui kesalahannya dan memperbaiki rumah reot yang padahal saat itu nabi Musa dan nabi Khidhir sedang membutuhkan bantuan namun penduduk setempat sama sekali tidak mau membantu keduanya. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button