Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dia berkata, ‘(Ada beberapa sahabat yang bertanya). Kata mereka, “Wahai Rasulullah. Apakah engkau juga suka bersendau gurau bersama kami?”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab:
إِنِّـي لَا أَقُـوْلُ إِلَّا حَـقًّـا.
“Sesungguhnya aku (juga bercanda namun) tidak pernah berucap kecuali kebenaran”. Diriwayatkan Tirmidzi dan Tabrani dengan sanad Hasa menurut Al Hafidz Al Haitsami.
Mungkin sampai hari ini masih banyak kaum muslimin yang beranggapan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah orang yang selalu serius dan tidak pernah bercanda.
Ya mungkin bisa jadi disebabkan sedikitnya para ustadz atau guru ngaji yang menyampaikan. Tetapi yang jelas sebagaimana hadits di atas bahwa ternyata beliau sendiri juga suka bercanda. Tetapi candaannya ya yang tidak ada dusta atau tipuan. Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam diutus ke muka bumi ini untuk seluruh alam? Ya di antaranya ya kepada orang-orang yang terkadang suka bercanda.

Namun demikian bukan berarti beliau bercandanya asal-asalan. Dan justru beliau juga terkadang bercanda itulah sebenarnya beliau –setidaknya- telah memberi rambu-rambu dalam bercanda. Jadi tidak asal sembarangan dalam bercanda. Di dalam canda sendiri ada aturannya. Di antaranya yang beliau sampaikan di atas bahwa beliau tetap memegang prinsip; selalu berkata benar dan HAQ. Dan tentu selalu dalam bimbingan wahyu.
إِنْ هُـوَ إِلَّا وَحْـيٌ يُـوْحَى.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Qs. An Najm .
Jadi meskipun beliau bercanda tetapi tetap masih dalam koridor wahyu.
Bukankah beliau juga pernah bersabda kepada seorang nenek tua yang saat itu bersedekah hanya dengan sehelai kain saja? Sebab memang si nenek hanya itu yang dimilikinya.
Setelah menerima kain dari nenek itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa di surga kelak tidak ada orang tua setua nenek tersebut.
Begitu mendengar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu tentu si nenek sedih. Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam langsung mengatakan bahwa kelak nenek pasti akan masuk surga. Tetapi tubuh nenek kelak kalau sudah di surga akan berubah seperti tubuhnya anak-anak gadis belia.
Begitu mendengar itu si nenek langsung tersenyum bahagia.
Itu artinya bahwa candaanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak dusta melainkan kebenaran.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
