Dari Mu’awiyah bin Bahz, dia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
وَيْـلٌ لِـلَّـذِيْ يُـحَدِّثُ فَـيُـكَـذِّبُ لِـيُـضْحِـكَ بِـهِ الْقَـوْمَ، وَيْـلٌ لَـهُ، وَيْـلٌ لَـهُ.
“Celakalah bagi orang-orang yang berbicara lalu (dalam berbicaranya itu) dia berdusta (dengan tujuan) agar dia ditertawakan (bisa bikin tertawa pada suatu) kaum. Celakalah dia. Celakalah dia”. Diriwayatkan Ahmad, no. 20046, Adu Daud, no. 4990, Tirmidzi, no. 2315.
Ini adalah peringatan bagi siapa saja yang suka bercanda, melawak, yang suka jual janji-janji dan sebagainya. Ya, memang bercanda dan berjanji itu tidak dilarang dalam agama. Tetapi yang dilarang itu dustanya! Kalau bercanda atau melawaknya tidak ada unsur dustanya maka hal itu diperbolehkan.
Begitu juga dengan janji. Apalagi di Indonesia ini. Negara yang berhaluan demokarsi ini selalu saja setiap datang masa kampanye maka banyak dari para calon legislatif yang mengumbar janji.
Ingatlah bahwa jnaji itu adalah hutang. Bahkan Allah sendiri telah mengingatkan dalam firman-Nya:
يَـآ أَيُّـهَـا الَّـذِيْـنَ آمَـنُوْا أَوْفُـوْا بِـالْعُـقُوْدِ.
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (janji-janji) itu. Qs. Al Maa-idah 1.

Apalagi bila janji itu dengan manusia alias hak adami yang harus ditunaikan. Sebab bila tidak maka kelak akan diminta petanggung jawabannya dihadapan Allah Ta’ala.
Adapun bagi orang-orang yang suka melawak ataupun yang suka bercanda. Ingatlah bahwa meskipun sebuah candaan atau lawakan maka sadarlah bahwa ucapan dalam lawakan dan candaan itu tetap harus memegang norma-norma kejujuran. Bukan asal ngomong yang ujung-ujungnya dikemas dengan kedustaan dan kebohongan. Padahal tujuannya hanya agar orang lain tertawa dengan ucapan atau job-job dari dirinya. Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabatnya kalau bercanda selalu saja tidak ada unsur kebohongannya? Dan bahkan di sana justru banyak unsur pelajaran yang bisa dipetik.
Dan perlu diingat bahwa ketika bercanda jangan sampai membuat terpingkal-pingkal hingga terkadang ada yang terkencing-kencing. Plus juga jangan terlalu sering bercanda. Sebab kebanyakan ebrcanda pun tidak baik. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:
وَلَا تُـكْـثِـرُ الضَّـحِكَ، فَـإِنَّ كَـثْـرَةُ الضَّـحِكَ تُـمِيْـتُ الْقَـلْبَ.
“Janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya kebanyakan tertawa akan mematikan hati”. Riwayat Tirmidzi 2/50, dishahihkan Al Albani.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
