Asbabul Nuzul Surat Al Lahab
Kalau kemarin membahas orang-orang beriman yang menyebabkan turunnya ayat. Baca: Para Penyebab Turunnya Ayat. Kali ini akan membahas orang-orang kafir yang menyebabkan turunnya ayat.
1. Abu Lahab.

Abu Lahab adalah keturunan dari suku Quraisy, salah satu paman dari manusia paling mulia Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tetapi kemuliaannya di dunia itu secara mendadak menjadi tidak berguna dihadapan Allah Ta’ala.
Yakni setelah Abu Lahab dengan terang terangan menjadi orang yang pertama dalam menentang dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Sebelumnya Abu Lahab sendiri sangat senang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihiwa salam. Apalagi setelah Rasulullah mendapatkan gelar Al Amin. Sungguh suatu kebanggan tersendiri bagi Abu Lahab sebagai pamannya.
Tetapi kecintaan dan kesukaan Abu Lahab itu berubah 180 derajat ketika Allah memerintahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam untuk (pertama kalinya) melakukan dakwah (Islam) secaa terang-terangan.
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ. وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Qs. Asy Sy’araa 214-215
Nah berbekal semangat (karena perintah Allah) dan disebabkan Rasulullah sendiri sudah mendapatkan gelar AL Amin (orang yang dapat dipercaya). Maka Rasulullah pun langsung bergegas pergi menuju bukit Safa. Di sana Rasulullah berteriak memanggil-manggil orang-orang Quraisy untuk berkumpul.
Setelah orang-orang Quraisy banyak yang berkumpul maka Rasulullahpun mulai melakukan dakwahnya.
Awal Kisah Turunnya Surat Al Lahab
Diawali dengan memberikan gambaran bahwa seandainya Rasulullah mengkabarkan seandainya dari balik bukit (Safa) ini ada sepasukan musuh yang ingin menyerbu kota Makkah. Lalu Rasulullah mengkabarkannya kepada mereka; apakah mereka percaya?
Ternyata jawaban mereka sama dan serentak lagi, “Ya, kami percaya”.
Nah setelah pemberian ilustrasi itu disampaikan maka Rasulullahpun barumasuk ke inti persoalan, dakwah Islam!
Beliau katakan bahwa sesungguhnya diri beliau sudah diangkat menjadi seorang rasul. Lalu beliau mengajak orang-orang hadir untuk mau masuk Islam.
Namun di luar dugaan ternyata justru pamannya sendiri yang pertama kali bangkit dan mengangkat pedang seraya berkata, “Celaka kamu wahai Muhammad! Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami?”.
Begitu mendengar ucapan dan tindakan Abu Lahab terhadap dirinya, maka Rasulullahpun secara psikis terganggu. Apalagi Abu Lahab tidak hanya di bukit Safa itu saja. Melakinkan Abu Lahab saja mengomel hingga pertemuan di bukit Safa itu bubar dan masih lagi dilanjutkan di Ka’bah.
Hati Rasulullah sangat sedih sekali. Lalu Allahpun menghiburnya dengan diturunkannya surat Al Lahab atau Al Masad.
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ. مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ. سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ. وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ. فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ.
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. Qs. Al Lahab/Al Masad 1-5.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Kisah Abdullah Bin Ubay
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
