Kisah Abu Thalib
3. Abu Thalib
Abu Thalib adalah salah satu paman dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan beliau sangat besar sekali jasanya terhadap diri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tepatnya sejak meninggalnya kakeknya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Ya, Rasulullah pada usia yang masih kecil diasuh Abu Thalib hingga beliau siap menikah dengan Khadijah binti Khuwailid radliyallahu ‘anha. Bahkan ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam diangkat menjadi seorang rasulpun juga Abu Thalib yang melindunginya; di saat kebanyakan orang-orang Quraisy memusuhinya.

Tidak bisa dibayangkan; ketika pertama kali Rasulullah mengibarkan bendera dakwah dengan dua kalimat syahadatnya -لا اله الا الله مـحمـد رسـول الله Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah-.
Saat itu beliau sendirian tidak memiliki pengikut kecuali sedikit. Tetapi yang memusuhi justru para tokoh Quraisy. Termasuk beberapa paman beliau yang juga tokoh di Makkah.
Sejarah juga telah mencatatnya; bagaimana ketika para tokoh musyrikin Quraisy mendatangi Abu Thalib, sebagai pelindung Rasulullah shalallahu ‘alihi wa salam. Dari mereka mengatakan bahwa mereka ingin meminta diri Rasulullah diserahkan kepada mereka lalu mereka akan mengganti seorang pemuda yang baik (menurut mereka) yang posisinya persis seperti Rasulullah. Sementara Rasulullah sendiri (setelah diserahkan kepada mereka) akan dibunuh mereka. Tujuannya agar mereka tidak terganggu dengan dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang semakin hari semakin berkembang.
Dan jawaban Abu Thalib saat itu begitu mengejutkan. Yakni bahwa mereka boleh membawa Rasulullah dan membunuhnya tetapi dengan syarat; mereka harus melangkahi dahulu mayat Abu Thalib.
Maka pulanglah mereka dengan tangan hampa alias gagal misi.
Di waktu yang lain, ketika semakin banyak dari orang-orang Quraisy yang menjadi pengikutnya Rasulullah –masih Islam- para tokoh Quraisy yang musyrik pun semakin gusar. Maka datanglah mereka kepada Abu Thalib lalu menyampaikan usulan; apabila Rasulullah menginginkan jabatan maka mereka akan mengangkatnya sebagai raja untuk seluruh rakyat Makkah.
Dan apabila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menginginkan harta maka mereka siap untuk mengumpulkan harta mereka. Lalu akan diserahkan harta itu kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Juga apa bila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menghinginkan wanita-wanita cantik dari para gadis kalangan Quraisy maka musryrikin akan membuat acara kontes kecantikan untuk wilayah Makkah dan sekitarnya. Lalu pemenangnya akan diserahkan kepada Rasulullah Muhamma shalallahu ‘alaihi wa salam untuk dijadikan istri.
Tetapi ternyata usulannya itu mengandung syarat; Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam harus meninggalkan dakwah Islamnya.
Setelah usulan para tokoh musyrikin Quraisy itu disampaikan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ternyata jawabannya Rasulullah di luar dugaan. Yakni seandainya matahari diletakkan pada tangan kanan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa salam dan bulan diletakkan pada tangan kirinya. Maka sekali-kali Rasulullah shalallahu ‘alihi wa salam tidak akan berhenti dari amal dakwah ini. Walaupun resikonya bahwa Rasulullah akan meninggal (syahid), tetap saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Tetapi ketika ajalnya tiba Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak mampu mengajak Abu Thalib mengucapkan dia kalimat syahadat. Padahal saat itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah membimbingnya akan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Betapa sedihnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika itu. Sebab Abu Thalib amat sangat berarti dan berharga bagi Rasulullah secara pribadi maupun sebagai da’i. Sebab jasanya sangat besar dalam membela rasulullah.
Hingga Rasulullah angat sedih. Tetapi kemudian Allah menurunkan ayatNya berkaitan dengan hidayah.
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. Qs. Al Qashshash 56.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
