Mendidik Menjadi Generasi Inti

Mendidik Menjadi Generasi Inti

Setiap organisasi, perkumpulan atau apapun nama dan bentuknya apabila tidak memiliki generasi inti maka organisasi atau perkumpulan itu tidak akan lama usianya

Sebab setiap masing-masing dari anggota tidak memahami ke mana arah organisasi atau perkumpulan itu berjalan dan ke mana arah tujuannya.
Tetapi berbeda apabila organisasi atau perkumpulan itu memiliki generasi inti.

Sebab dari orang-orang (generasi inti) inilah yang kelak akan meneruskan garis perjuangan dari oraganisasi atau kelompok tersebut. Sebab mereka faham dan tahu ke mana arah dan terminal dari organisasi itu akan berlabuh.

Dan Rasulullah tahu tentang hal itu. Maka sejak jauh-jauh hari Rasulullah sudah mempersiapkan generasi inti ini guna meneruskan estafet perjuangannya kelak apabila beliau sudah dipanggil Allah.

mendidik menjadi generasi inti

Namun ternyata membentuk generasi inti itu tidak semudah membalikkan telapak tangan! Yakni perlu ketelatenan, keteladanan, kesabaran dan keuletan.

Hal agar kelak generasi inti yang diharapkan akan benar-benar faham tentang, jalan perjuangannya, arah tujuan dan terminal akhirnya. Serta tahu betul resiko yang akan ditanggung di pundaknya.

Makanya Rasulullahpun tidak main-main dalam mencari calon generasi inti yang akan digarapnya. Dan beliau juga tidak gegah dalam menunjuk seseorang untuk dijadikan sebagai generasi inti itu sendiri.

Dan karena penuh keahati-hatian itulah akhirnya Rasulullah berhasil membangun generasi inti dengan hasil gemilang.

Lalu apa rahasia dari cara Rasulullah dalam membina seseorang agar bisa menjadi generasi inti? Setidaknya ada dua hal yang dilakukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Di bawah ini kiat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam mencetak generasi inti:

1. Lama dalam pendidikan.

Yang dimaksud dengan lamanya pendidikan adalah bukannya lama di bangku sekolah/sekolah. Melainkan lamanya beliau dalam membina dan mendidik calon generasi inti. Bahkan dari masing-masing orangpun bisa berbeda dalam mengujinya.

Ali bin Abu Thalib, misalnya. Ketika Ali hendak masuk Islam, karena saat itu Ali masih terlalu muda. Maka Rasulullah menyuruh Ali agar meminta ijin dahulu kepada orang tuanya.

Dan hampir saja Ali pergi dari rumah Rasulullah untuk meminta ijin bapaknya untuk masuk Islam. Namun sebelum keluar dari rumah Rasulullah tiba-tiba langkahnya Ali terhenti lalu berbalik menghadap Rasulullah seraya berkata bahwa untuk urusan iman maka tidak perlu harus meminta ijin kepada orang tuanya. Subhanallah, begitu jelinya Rasulullah dalam mencari bibit unggul dari umat ini.

2. Lebih mengedepankan nilai ruhani.

Rahasia yang kedua adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam lebih mengedapankan nilai ruhani dalam mencari bibit untuk dijadikan generasi inti. Dan itu bisa dilihat dari para generasi awal Islam.

Yakni mereka tidak pernah sekalipun lepas dari shalat tahajjud. Memang mereka benar-benar diperintahkan untuk menjalani shalat tahajjud setiap malam. Sebagaimana firman Allah yang turun waktu itu:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ. قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا. نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا. أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا. إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلا ثَقِيلا.

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Qs. Al Muzammil 1-5.

Jadi, mumpung masih suasana Ramadhan mari memperbanyak ibadah dan shalat malam (tarawih). Semoga kita menjadi generasi inti dalam Islam ini.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor terlengkap. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button