Memerdekakan Manusia

Makna Kemerdekaan Bagi Islam

Sebentar lagi akan masuk tanggal 17 Agustus. Itu artinya bahwa bangsa Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya. Setiap rumah diwajibkan memasang bendera satu tiang. Apabila ada yang tidak memasangnya maka akan dianggap yang serba negatif.

Biasanya juga akan diselingi dengan berbagai perlombaan dari berbagai warga. Mulai dari anak-anak balita, remaja hingga dewasa. Jenis perlombaanyapun bermacam-macam. Mulai dari yang kebiasaan umumnya sebuah perlombaan hingga hal-hal yang unik yang mampu menmbulkan gelak tawa peserta dan pengunjungnya.

Pokoknya semua benar-benar happy!

Lalu bagaimana sebenarnya makna sebuah kemerdekaan bagi Islam?

Memerdekakan Manusia

memerdekakan manusia

Sebenarnya makna merdeka menurut Islam hanya simple saja. Yakni apabila seseorang bisa melaksanakan peribadatan dari manusia kepada menusia menjadi menuju peribadatan manusia kepada Allah Ta’ala saja.

Apabila hal ini sudah terlaksana maka orang itu sudah merdeka. Tetapi apabila kebutuhan pokok tentang peribadatan ini belum bisa terpenuhi maka sebenarnya orang itu belum merdeka. Walaupun orang itu setiap saat mengatakan bahwa dirinya telah merdeka.

Lihat saja contoh kenyataan hidup saat ini. Ada saja orang yang melaksanakan peribadatan tetapi penuh dengan tekanan, atau intimidasi, atau keterpaksaan. Atau bahkan dengan cara mencuri-curi waktu dan kesempatan dengan tujuan agar bisa melaksanakan ibadah yang diinginkan oleh orang tersebut.

Bila persoalan ibadah saja tidak bisa dilaksanakan dengan cara kekhusu’an dan penuh hikmad lalu bagaimana dengan sisi-sisi kehidupan lainnya? Jelas akan bertentangan. Betapa tidak?

Ibadah, sebagai bentuk; ketundukan seorang hamba kepada Allah, tempat untuk ‘curhat’ kepada Allah, tempat (area) bermunajat kepada Allah.
Jadi kalau kepada Allah saja tidak bisa tunduk, tidak bisa ‘curhat’, dan tidak bisa bermunajat. Lalu apakah ini yang dimaksud dengan kemerdekaan seorang hamba?

Sama sekali tidak!

Sesungguhnya seorang hamba yang merdeka adalah mereka yang bisa bebas melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. Mereka bebas beribadah kepada Allah setiap saat tanpa ada gangguan dan larangan. Sebab bukankah alasan itu pula Allah menciptakan manusia dan jin?

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Qs. Adz Dzaariyaat 56.

Jika manusia mau beribadah kepada Allah secara bersungguh-sungguh sesungguhnya tidak akan menurangi kekayaan Allah. Karenanya Allah menjawab pada ayat berikutnya;

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Qs. Adz Dzaariyaat 57.

Jadi mari isi kemerdekaan ini dengan kebebasan beribadah kepada Allah sesuai dengan syariat dan ajaranNya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button