MEMANFAATKAN WAKTU Bag.9
• I’tikaaf (-c-)
I’tikaaf, orang berdiam diri di dalam masjid. Lalu apa saja yang dikerjakan?
Mudahnya; i’tikaaf itu “tinggal” di masjid, meninggalkan urusan dunia untuk sementara waktu (hanya selama sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan). Lalu di sana orang yang i’tikaaf melakukan ibadah dengan khusyu’. Berupa dzikir, doa, shalat-shalat sunnah, qira’atul qur’an (membaca Al Qur’an) dan lain-lain.
Dalam i’tikaaf dilarang bagi mu’takif (orang yang i’tikaaf) membicarakan masalah dunia kecuali masalah hukum-hukumnya. Seperti berdagang, itu dilarang, tetapi bila membicara masalah hukum perdagangan, diperbolehkan.
Selain itu para mu’takif juga dilarang keluar masjid kecuali hanya untuk urusan/keperluan yang mendukung untuk ibadah i’tikaafnya, seperti uang air kecil/besar, mandi, mencuci baju –walau sebenarnya diusuhakan dari keluarganya untuk mencucikannya, seperti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang tidak sempat menyisir rambutnya. Sehingga ketika ibunda ‘Aisyah datang, beliau mengeluarkan kepalanya dari jendela lalu ibunda ‘Aisyah menyisirnya dari luar masjid).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Dan sangat dianjurkan (disunnahkan) memperbanyak doa pada setiap waktu, terlebih lagi di bulan Ramadhan. Terutama pada sepuluh hari terakhir di malam-malam ganjilnya”.
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat sahalat. Dan Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaaf, yang rukuk dan yang sujud”. Qs. Al Baqarah 125.
Dan ingat bahwa selama menjalankan ibadah i’tikaaf untuk sementara dilarang melakukan hubungan suami istri.
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagmi, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa. Qs. Al Baqarah 187.
Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ –صلى الله عليه وسلم- يَـعْتَـكِفُ الْعَشْـرَ الْأَوَاخِـرَ مِنْ رَمَضَـانَ.
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selalu beri’tikaaf di sepuluh hari terakhir pada tiap bulan Ramadhan”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
