MEMANFAATKAN WAKTU Bag.5

MEMANFAATKAN WAKTU Bag.5

• Terjadinya malam lailatul qadar.

Manusia, pada hari-hari sering menyebut malam yang panjang adalah malam Ahad, atau lebih sering disebut dengan hari Minggu. Terutama bagi kawula muda!

Entah ini kebetulan atau memang ada unsur kesengajaan untuk misi tertentu. Sebab bila pada hari-hari biasa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membuat malam itu menjadi malam yang panjang itu justru sejak dimulainya pertengahan malam hingga penghujung malam alias menjelang terbitnya matahari, subuh. 

Ya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selalu menghidupkan malam-malamnya dengan tahajjud, bermunajat kepada Allah serta membaca Al Qur’an dengan pelan namun tartil. 

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَـرْتِـيْلًا.

Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Qs. Al Muzzammil 4.

Lalu diikuti oleh para sahabat beliau serta dua generasi setelahnya; tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

malam lailarul qadar

Di sinilah perbedaannya antara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (beserta para sahabat dan dua generasi berikutnya) dengan manusia hari ini. 

Yakni bila Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menghidupkan malamnya setelah istirahat (baca: tidur seudai shalat Isya’) lalu bangun pada tengah malam atau sepertiga malam terkahir. Namun manusia kebanyakan saat justru mereka tidak tidur setelah Isya’ dan bahkan begadang malam hingga menjelang subuh baru kemudian mereka tidur. 

Sementara Rasulullah menghidupkan malamnya seusai beliau tidur malam kemudian beliau melakukan shalat malam (tahajjud) hingga pagi menyapa. Dan di sana beliau sering menyelinginya dengan membaca-baca Al Qur’an, dzikir dan doa. Adapun kebanyak hari ini justru mereka tidak tidur seperti yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam jalani, melainkan sebaliknya. Kemudian pada malam itu biasanya mereka begadang hingga larut malam lalu diselingi dengan nyanyian yang tidak berguna, minum-minum, joget-joget di bar atau tempat-tempat maksiat lainnya.

Padahal apabila mau jujur sebenarnya perilaku yang sehat adalah perilaku yang dijalani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sedangkan perilaku yang kontra produktif adalah perilaku kebanyakan manusia dewasa ini yang justru mereka begadang hingga larut malam. Kemudian mereka istirahat ketika hari sudah mulai berganti.

Selain itu perilaku yang dijalani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu yang membawa kesehatan badan, keberkahan dan mendapatkan pahala dari Allah. Dan perilaku inilah yang sebenarnya dilazimi oleh semua para salafush shalih.

Bila di atas saja banyak sekali para salafush shalih saling berlomba dalam mengerjakannya. Maka pada bulan ini Allah memberikan bonus yang super duper gedenya. Yakni LAILATUL QADAR. Super duper yang seperti apa?

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لَيْـلَةُ الْقَدْرِ خَيْـرٌ مِّنْ أَلْـفِ شَهْرٍ. 

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Qs. Al Qadr 3.

Kenapa kok malam itu bisa lebih baik dari seribu bulan?

تَـنَزَّلُ الْمَلَائِةُ وَالرُّوْحُ فِيْـهَا بِـإِذِنِ رَبِّـهِـمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ مَطْلَـعِ الْفَجْـرِ.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Qs. Al Qadr 4-5.

Maka wajarlah bila para salafush shalih mengejarnya. Karena mereka mengetahui penyebabnya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button