MEMANFAATKAN WAKTU Bag.4
MANFAATKAN WAKTU 4.
• Doa yang mustajab.
Setiap manusia pasti ingin segala keinginan dan keperluannya terpenuhi. Dan biasanya (kebanyakan) manusia beriman setelah mereka melakukan segala ikhtiarnya maka langkah berikutnya adalah doa.
Ya, doa!
Hal itu berbeda dengan orang-orang yang tidak beriman. Yakni jika orang beriman seusai ikhtiar mereka melakukan doa tetapi bagi orang-orang yang tidak beriman (atau orang yang lemah imannya) mereka justru ke tempat-tempat yang dilarang Allah Ta’ala. Seperti ke tempat-tempat kesyirikan; kuburan, tempat yang dikeramatkan, benda-benda yang dikeramatkan, dan sebagainya.
Bahkan mereka berani melakukan yang sebenarnya di luar nalar dan akal sehatnya. Tetapi entah kenapa mereka mau mau saja. Seperti melakukan ritual tertentu yang terkadang sebenarnya dirinya sendiri jijik jika melakukannya tanpa adanya dorongan ritual seperti yang disebutkan dan diniatkan di atas. Misal; memperkosa anak kandungnya sendiri, atau anak tirinya, selingkuh, bermalam beberapa hari di kuburan dengan tanpa alas dan pelindung, atau meminumkan darah haidnya kepada pasangannya tanpa sepengetahuan pasangan dan macam-macam tindakan yang dilakukan yang sebenarnya apabila mereka melakukannya pada saat normal mereka pasti tidak mau dan jijik sendiri. Na’udzubillah!

Adapun bagi orang-orang yang beriman maka setelah ikhtiar mereka biasa berdoa kepada Allah. Mereka memohon supaya usaha/ikhtiar mereka Allah kabulkan dan tidak menyalahi aturan Allah.
Bahkan terkadang sebelum mereka melakukan ikhtiarpun mereka (ada) yang “berkonsultasi” dahulu kepada Allah dengan cara shalat istikharah (meminta dipilihkan Allah).
Sementara itu mereka sadar bahwa mereka akan melakukan pada saat (jam/waktu) tertentu dan tempat tertentu. Yakni mereka seringnya berdoa pada waktu-waktu yang mustajab. Biasanya ada sebagian yang beralasan bahwa pada waktu-waktu tertentu (yang sudah diberitahukan Rasulullah shalallahu ‘alaiihi wa salam) itu berdoa agar lebih efektif. Seperti pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu sahur atau menjelang subuh (ketika puasa sunnah), waktu terjadi hujan lebat, menjelang berbuka (ketika puasa sunnah) dan lain-lain.
Sementara pada bulan Ramadhan seperti ini, maka semua waktu adalah waktu-waktu yang mustajab. Ya, Ramadhan benar-benar (selama sebulan penuh) adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَإِذَا سَـأَلَ عِـبَادِى عَـنِّى فَـإِنِّى قَرِيْبٌ، أَجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعـَانِ، فَلْـيَسْـتَجِيْـبُوْالِى وَلْيُؤْمِنُوْابِى لَـعَلَّهُـمْ يَرْشُدُوْنَ.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku akan mengabulkan permohonan (doa) orang-orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Qs. Al Baqarah 186.
Ya, ayat ini masih berkait dengan perintah puasa (Qs. Al Baqarah 183).
Jadi pada hari-hari ini adalah waktu-waktu yang seharusnya tidak diabaikan begitu saja. Sebab selama bulan Ramadhan ini semua waktunya adalah mustajab. Tidak peduli siang atau malam, pagi atau sore. Maka gunakanlah untuk berdoa yang baik-baik, terutama untuk kebaikan akhirat.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
