Masjid Bukan Untuk Berpecah Belah Bag.2

Masjid Bukan Untuk Berpecah Belah Bag.2

Bila melihat kisah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam di atas, tentang beliau di dua tempat yang selalu membangun masjid. Sementara pada lain waktu dan tempat Rasulullah justru memerintahkan untuk membakar masjid dhirar, sebagaimana yang tertuang dalam surat At Taubah 107.

Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini?

Kondisi hari ini; banyak masjid bertebaran di sekitar kita. Bangunannya banyak juga yang megah tetapi sayangnya kebanyakan jamaahnya sedikit. Bahkan mungkin juga ada yang seperti disinyalir Rasulullah, “masjid-masjidnya ramai tetapi jauh dari petunjuk”.

Masjid Bukan Untuk Berpecah Belah

Wallahu a’lam, apakah masjid-masjid yang ada di sekitar kita ini juga sebagaimana yang disampaikan Rasulullah di atas?

Atau apakah karena alasan; perbedaan khilafiyah!

Padahal jikalau melihat semangat Rasulullah dalam membangun masjid saat itu adalah untuk menyatukan umat bukan untuk berpecah.

Dan salah satu sabda Rasulullah tentang Allah yang akan membangunkan rumah bagi hambaNya kelak di surga, bagi yang membangun masjid di dunia adalah agar masjid itu dijadikan sebagai basis persatuan umat (jamaah) bukan sebaliknya.

Sebab jika hadits Rasul diartikan/difahami hanya sekedar membangun masjid saja maka yang terjadi adalah seperti ada hari ini.

Bisa dibayangkan bukan; seandainya dalam satu lingkungan jamaah masjid suatu ketika terjadi perselisihan antar jamaah. Lalu dia keluar dan di luar dia menggalang kekuatan (dana). Kemudian mendirikan masjid sendiri.

Atau jika orang tersebut memang memiliki harta berlimpah, kemudian hanya karena sedikit saja terjadi selisih faham dengan jamaah lain. Lalu dia membuat masjid yang jauh lebih bagus dari dananya sendiri.

Nah dengan begitu (seakan) masjid itu hanya dijadikan sebagai lahan untuk berpecah dan berbangga. Baik bangga dengan kelompoknya atau berbangga bahwa dirinya atau kelompoknya sanggup membangun masjid yang megah.

Maka hendaknya takut akan firman Allah Ta’ala;

ا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ.

Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Qs. At Taubah 110.

Mengenai ayat لا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ (Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka), Ibnu Katsir mengatakan bahwa pangkal keragu-raguan mereka karena niatan mereka di awal membangun masjid itu.

Maksudnya karena niat awal mendirikan masjid itu bukan karena Allah melainkan disebabkan rasa lain yang muncul dari benak hati mereka.

Makanya Allah telah menjelaskan pada ayat sebelumnya;

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ.

Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. Qs. At Taubah 109.

Oleh karena itu bagi siapa saja yang saat hendak mendirikan masjid atau mushalla alangkah lebih baiknya bila melihat terlebih dahulu, apakah di sekitarnya ada masjid atau tidak. Jika sudah ada maka sebaiknya diurungkan niat mendirikan masjid.

Tetapi perbaikilah masjid yang sudah ada dan ramaikanlah agar masjidnya semakin berbarakah.

Tetapi bila memang di sekitarnya belum ada masjid, ya silahkan saja. Tetapi tetap harus menjaga niat; hanya mencari ridha Allah dan menciptakan persaudaraan serta persatuan sesama umat Islam.

Bukankah Rasulullah ketika sesampainya di Madinah juga mendirikan masjid? Dan masjid itu mampu mempersatukan kaum muhajirin dan anshar.

Wallahu a’lam

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button