Nasihat Luqman Kepada Anaknya
Apabila hanya disebut dengan nama satu kata saja maka banyak orang yang bingung. Tetapi apabila disebutkan dua suku kata; Lukman(ul) Hakim, maka banyak orang Islam yang faham. Terutama para pendidik Islam.

Sebab Lukmanul Hakim dianggap sebagai bapaknya pendidikan. Bukan cuma untuk manusia di abad terkini saja melainkan juga sudah terkenal sejak dahulu kala. Tepatnya ketika Al Qur’an masih turun di tengah-tengah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan para sahabat.
Dalam tafsirnya Ibnu Katsir berkata bahwa para ulama salaf telah berbeda pendapat mengenai Lukman ini. Apakah Lukman itu seorang nabi ataukah hanya seorang hamba Allah biasa saja yang tidak mendapatkan wahyu. Dan ternyata pendapat yang kedualah (hanya seorang hamba Allah biasa-biasa saja) pendapatnya paling banyak.
Sofyan Ats Tsauri, mengambil dari ‘Asy’ats, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, mengatakan bahwa Lukman adalah seorang hamba Allah berasal dari Habasyah.
Tidak tanggung-tanggung, Ibnu Katsirpun juga dalam kitab tafsirnya dengan sebutan Lukman ‘alaihi salam. Itu maknanya bahwa seorang Ibnu Katsir juga mengagumi seorang Lukman.
Setidaknya, karena Allah telah membuat sebuah nama dalam suatu surat dalam Al Qur’an, dengan nama Lukman. Itu artinya bahwa Lukman ini benar-benar memiliki kelebihan dan keunggulan yang seharusnya setiap insan beriman memperhatikannya. Tidak hanya itu, Allah pun menyinggungnya dalam surat itu tentang diri seorang Lukman dari sisi Lukman sebagai seorang pendidik.
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ.
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. Qs. Lukman 12.
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ (Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman). Qatadah berkata: “Ini menunjukkan bahwa Lukman memang memiliki kedalaman ilmu yang tinggi dan sangat bijaksana”.
أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ (yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah). Ini menunjukkan bahwa yang pertama kali Lukman sampaikan kepada anak-anak didiknya dalam mendidik adalah tentang bersyukur kepada Allah, bukan pendidikan lainnya. Dan ini adalah inti dari pendidikan itu sendiri.
وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ (Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri). Masih menurut Qatadah bahwa ayat ini sebenarnya menunjukkan bahwa barangsiapa yang bersyukur maka sebenarnya hasil akan kembali kepada dirinya sendiri. Hal itu sesuai juga dengan firman Allah pada ayat lainnya وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلأنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ “Barang siapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal shaleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)”. Qs. Ar Ruum 44.
وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji). Maksudnya bahwa Allah itu tetap Maha Kaya walaupun seluruh penduduk (manusia) bumi ini kufur kepada Allah, bukan berarti kekayaan Allah akan berkurang. Sama tidak!
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Nasihat Luqman Kepada Anaknya Bag.2
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
