Luqman Bag.9

Nasihat Luqman Kepada Anaknya Bag.9

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الأصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ.

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Qs. Lukman 19

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ (Dan sederhanalah kamu dalam berjalan). Kata Ibnu Katsir, “Berjalanlah sesuai dengan kadar langkahmu. Jangan terlalu engkau perlambat atau jangan (pula) engkau berjalan telalu cepat. Tetapi berjalanlah sesuai kadarmu (tdak terlalulambat ataupun terlalu cepat)”.

وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ (dan lunakkanlah suaramu) Ibnu Katsir berkata, “Janganlah berlebihan (cerewet) dalam bicara dan jangan pula engkau meninggikan suaramu dalam hal yang tidak ada kemanfaatannya”. Makanya Allah kemudian meneruskan dengan firmanNya:

Nasihat Luqman Kepada Anaknya

إِنَّ أَنْكَرَ الأصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai). Mujahid berkata, “Memfitnah itu tujuan utamanya adalah mencelakai”.

Dari pendapat kedua ulama di atas setidaknya dapat disimpulkan bahwa berjalan saja memiliki aturan dan sopan santun. Begitu juga dengan suara (memanggil) seseorang. Juga ternyata islam memiliki aturan. Yakni jangan sampai memanggil seseorang yang dalam jarak sangat dekat itu dengan suara yang meninggi. Atau volume yang berlebih.

Padahal sebenarnya seandainya dia memanggilnya dengan suara yang sangat pelan saja (orang yang dipanggil itu) sudah mendengarnya.

Makanya penghujung ayat di atas Allah menyebutkan dalam permisalannya dengan seekor keledai. Sungguh sangat pas sekali.

Sebab binatang yang satu ini (keledai) setiapkali meringkik sungguh tidak memiliki aturan. Bahkan cenderung mengganggu makhluk lainnya yang mendengar.Yakni suaranya yang sangat lelengking hingga memekakkan telinga.

Bahkan keledai juga apabila dikasih suatu bebanpun dia tidak memahami; apakah bebannya itu berat atau ringan. Sebagaimana Allah juga telah memberikan permisalannya dalam ayat yang lain.

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ.

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang dzalim. Qs.Al Jumu’ah 5

Terakhir, ternyata kesuksesan Lukman dalam mendidik bukan menitik beratkan pada aspek materi melainkan pada aspek ruhiyah, (tauhid) uluhiyah, adab, akhlak dan sopan santun terhadap siapa saja.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button