Larangan Berdusta Kepada Anak Kecil

Bila mau jujur, hampir mayoritas para orang tua saat ini sering berdusta kepada anak-anaknya. Alasannya; tidak apa-apa sebab masih anak-anak.

Justru sejak usia dini (anak-anak) itulah seharusnya orang tua mendidiknya dengan pendidikan kejujuran. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri juga sangat memperhatikan pendidikan anak-anak. Beliau sangat menghindari jauh-jauh dari menganggap remeh masalah dusta terhadap anak-anak. Beliau justru sangat menjaga kejujuran dihadapan anak-anak sehingga anak-anak kecil tidak mendapatkan karakter dusta. Beliau bersabda:

مَنْ قَالَ لِـصَبِـيِّ: تَـعَـالَ هَـاكَ، ثُـمَّ لَـمْ يُـعْطِـهِ فَـهِيَ كَـذْبَـةٌ.

“Barangsiapa yang berkata kepada seorang anak (balita), ‘Kemarilah! Ambillah ini!’. Kemudian dia tidak memberinya, dia adalah tindakan dusta”. Shahih Bukhari no. 1385.

Dari Abdullah bin Amir radliyallahu ‘anhu, dia berkata, “Suatu hari ibuku memanggilku. Ketika itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam duduk di rumah kami. Ibuku berkata, “Kemarilah, aku akan memberimu”.

Larangan Berdusta Kepada Anak Kecil

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya kepada ibuku, “Apa yang hendak engkau berikan kepada dia?”.

Ibuku menjawab, “Aku akan memberinya kurma”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya jika kamu tidak memberinya sesuatu maka sudah dicatat satu dosa atas dirimu”. Sunan Abu Daud no. 4991. Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 4822, ditetapkan berkedudukan hasan lighairihi oleh Al Albani dalam kitab At Targhiib no. 2942.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjelaskan:

إِنَّ الْكَـذِبَ لَا يَـصْلُـحُ مِنْـهُ جِدٌّ وِلَا هَـزْلٌ، وَلَا أَنْ يَـعِـدَ الرَّجُـلُ ابْـنَـهُ ثُـمَّ لَا يُـنْـجِـزَلَـهُ.

“Sesungguhnya dusta itu tidak layak dilakukan, baik sungguh-sungguh maupun (dalam) gurauan, dan seseorang tidak boleh menjanjikan sesuatu kepada anaknya kemudian dia tidak melaksanakan janjinya kepada anaknya itu”. Terdapat dalam AL MUSTADRAK AL HAKIM 1/127. Dan dia menyatakannya berderajat shahih. MUSNAD ABU YA’LA no. 5363, pada kalimat, “Janganlah seseorang menjanjikan sesuatu kepada orang lain lalu dia tidak melaksanakan (menunaikan)nya”. hadits ini ditetapkan berderajat shahih oleh AL Albani pada SHAHIH ADABUL MUFRAD no. 299 dan 387. 

Karena dusta itu adalah asa segala keburukan dan sistemnya. Terlebih bagi para orang tua yang menghendaki anak-anaknya menjadi shalih shalihah maka hendaknya sejak dini mereka dididik dengan pendidikan kejujuran.

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda:

كُـلُّ مَوْلُوْدٍ يُـوْلَـدُ عَـلَى الْقِـطْـرَةِ، فَـأَبَـوَاهُ يُـهَـوِّدَانِـهْ أَوْ يُـنَصِّـرَانِـهِ أَوْ يُـمَـجِّـسَانِـهِ أَوْ يَـتْـرُكَانِـهِ مُسْـلِـمًـا.

“Setiap bayi itu dilahirkan di atas fitrahnya, lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi, atau keduanya membiarkan bayi itu tetap muslim.  shahih Bukhari no. 1385.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button