Pendahuluan
Kisah para nabi dalam Islam merupakan sumber pelajaran yang sangat berharga bagi umat manusia. Melalui kisah mereka, umat Islam dapat memahami nilai keimanan, kesabaran, ketaatan, serta perjuangan dalam menyebarkan tauhid. Salah satu nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah Nabi Ishaq ‘Alaihissalam, putra dari Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Sarah.
Nabi Ishaq termasuk dalam deretan nabi yang dimuliakan Allah. Kisah beliau disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, meskipun tidak sepanjang kisah nabi lainnya seperti Nabi Musa atau Nabi Yusuf. Namun dari ayat-ayat tersebut, kita dapat mengambil banyak pelajaran tentang ketakwaan, kesabaran, serta keberkahan dari keluarga Nabi Ibrahim.
Artikel ini akan membahas secara lengkap kisah Nabi Ishaq ‘Alaihissalam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis shahih, mulai dari kelahiran beliau yang penuh keajaiban hingga perannya dalam meneruskan dakwah tauhid.
Nasab Nabi Ishaq ‘Alaihissalam

Nabi Ishaq adalah putra dari Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, seorang nabi besar yang dikenal sebagai Khalilullah (kekasih Allah). Ibu Nabi Ishaq bernama Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim.
Nasab beliau adalah:
Ishaq bin Ibrahim bin Azar.
Nabi Ishaq merupakan saudara dari Nabi Ismail ‘Alaihissalam, namun dari ibu yang berbeda. Nabi Ismail adalah putra Nabi Ibrahim dari Hajar, sedangkan Nabi Ishaq lahir dari Sarah.
Keturunan Nabi Ishaq kemudian melahirkan banyak nabi dari Bani Israil, termasuk Nabi Yaqub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, hingga Nabi Isa ‘Alaihissalam.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan Kami menganugerahkan kepadanya Ishaq dan Yaqub sebagai tambahan. Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh.”
(QS. Al-Anbiya: 72)
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ishaq adalah anugerah besar dari Allah kepada Nabi Ibrahim.
Kabar Gembira Kelahiran Nabi Ishaq
Salah satu peristiwa penting dalam kisah Nabi Ishaq adalah kabar gembira yang disampaikan oleh para malaikat kepada Nabi Ibrahim dan istrinya Sarah.
Ketika itu, Nabi Ibrahim sudah sangat tua. Demikian pula istrinya Sarah yang sudah lanjut usia dan bahkan telah lama mandul. Secara logika manusia, mereka hampir mustahil memiliki anak.
Namun Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa beberapa malaikat datang menemui Nabi Ibrahim dalam wujud manusia. Mereka awalnya datang untuk menyampaikan kabar tentang azab bagi kaum Nabi Luth.
Saat berada di rumah Nabi Ibrahim, para malaikat itu juga memberikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Ishaq.
Allah berfirman:
“Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir pula) Yaqub.”
(QS. Hud: 71)
Ketika Sarah mendengar kabar ini, ia sangat terkejut karena merasa dirinya sudah terlalu tua untuk memiliki anak.
Allah menggambarkan reaksinya dalam Al-Qur’an:
“Dia berkata, ‘Sungguh mengherankan! Apakah aku akan melahirkan padahal aku seorang perempuan tua dan suamiku ini sudah lanjut usia? Sungguh ini benar-benar sesuatu yang menakjubkan.’”
(QS. Hud: 72)
Namun para malaikat menegaskan bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah.
“Para malaikat berkata, ‘Apakah kamu merasa heran terhadap ketetapan Allah? Rahmat Allah dan keberkahan-Nya dicurahkan atas kamu, wahai ahlul bait.’”
(QS. Hud: 73)
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kekuasaan Allah melampaui segala hukum alam.
Kelahiran Nabi Ishaq
Setelah kabar gembira itu disampaikan, Allah benar-benar menepati janji-Nya. Sarah akhirnya melahirkan seorang putra yang diberi nama Ishaq.
Nama Ishaq diyakini berasal dari kata yang bermakna “tertawa” atau “kebahagiaan”, karena Sarah sempat tertawa ketika mendengar kabar gembira tersebut.
Kelahiran Nabi Ishaq menjadi mukjizat besar karena terjadi pada pasangan yang sudah sangat tua. Ini menunjukkan bahwa Allah dapat menciptakan sesuatu bahkan ketika manusia menganggapnya mustahil.
Allah menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di masa tua Ismail dan Ishaq.”
(QS. Ibrahim: 39)
Ayat ini menunjukkan rasa syukur Nabi Ibrahim atas karunia dua anak yang saleh.
Pendidikan Nabi Ishaq oleh Nabi Ibrahim
Sebagai seorang nabi besar, Nabi Ibrahim mendidik anak-anaknya dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Nabi Ishaq tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat kuat dalam tauhid. Sejak kecil beliau dididik untuk menyembah Allah semata dan menjauhi kemusyrikan.
Allah berfirman:
“Dan Kami telah memberikan kepadanya Ishaq dan Yaqub, dan masing-masing Kami jadikan nabi.”
(QS. Maryam: 49)
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Ishaq sejak awal telah dipersiapkan oleh Allah sebagai nabi.
Nabi Ibrahim juga selalu mendoakan kebaikan bagi keturunannya agar tetap berada di jalan yang benar.
Dalam Al-Qur’an disebutkan doa beliau:
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.”
(QS. Ibrahim: 40)
Doa ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi Ibrahim terhadap pendidikan agama bagi anak-anaknya.
Nabi Ishaq sebagai Nabi dan Rasul
Allah kemudian mengangkat Nabi Ishaq sebagai nabi untuk meneruskan dakwah tauhid.
Allah berfirman:
“Dan Kami telah memberikan kepadanya Ishaq dan Yaqub, dan Kami jadikan pada keturunannya kenabian dan kitab.”
(QS. Al-Ankabut: 27)
Ayat ini menegaskan bahwa kenabian dalam garis keturunan Nabi Ibrahim berlanjut melalui Nabi Ishaq.
Meskipun Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci tentang dakwah Nabi Ishaq seperti halnya Nabi Musa atau Nabi Nuh, para ulama menjelaskan bahwa beliau berdakwah mengajak manusia menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan berhala.
Nabi Ishaq juga dikenal sebagai nabi yang saleh dan penuh keberkahan.
Allah berfirman:
“Dan Kami memberinya kabar gembira dengan kelahiran Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.”
(QS. As-Shaffat: 112)
Ayat ini menunjukkan bahwa sejak awal Nabi Ishaq telah dikenal sebagai sosok yang saleh.
Nabi Ishaq dan Keturunan Para Nabi
Salah satu keistimewaan Nabi Ishaq adalah keturunannya yang melahirkan banyak nabi besar.
Putra Nabi Ishaq adalah Nabi Yaqub ‘Alaihissalam, yang juga dikenal dengan nama Israel. Dari keturunan Nabi Yaqub lahirlah Bani Israil.
Di antara nabi-nabi yang berasal dari keturunan Nabi Ishaq adalah:
- Nabi Yaqub
- Nabi Yusuf
- Nabi Musa
- Nabi Harun
- Nabi Daud
- Nabi Sulaiman
- Nabi Zakaria
- Nabi Yahya
- Nabi Isa
Hal ini menunjukkan betapa besar keberkahan yang Allah berikan kepada keluarga Nabi Ibrahim melalui Nabi Ishaq.
Allah berfirman:
“Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim Ishaq dan Yaqub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab pada keturunannya.”
(QS. Al-Ankabut: 27)
Keutamaan Nabi Ishaq
Nabi Ishaq memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah.
Dalam Al-Qur’an, beliau disebut sebagai salah satu nabi yang diberkahi.
Allah berfirman:
“Dan Kami memberkahinya dan Ishaq.”
(QS. As-Shaffat: 113)
Keberkahan ini tidak hanya pada dirinya, tetapi juga pada keturunannya yang melahirkan banyak nabi.
Nabi Ishaq juga termasuk nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai orang yang dipilih oleh Allah.
Allah berfirman:
“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Yaqub yang mempunyai kekuatan dan pandangan.”
(QS. Shad: 45)
Para ulama menafsirkan bahwa “kekuatan” dalam ayat ini adalah kekuatan dalam ibadah, sedangkan “pandangan” adalah ketajaman dalam memahami agama.
Wafatnya Nabi Ishaq
Menurut sebagian riwayat dari para ulama tafsir, Nabi Ishaq hidup hingga usia sekitar 180 tahun. Beliau wafat di tanah Kanaan (wilayah Palestina saat ini).
Setelah wafatnya Nabi Ishaq, dakwah tauhid diteruskan oleh putranya, Nabi Yaqub ‘Alaihissalam.
Kisah ini menunjukkan kesinambungan dakwah para nabi dalam menyampaikan ajaran tauhid dari generasi ke generasi.
Pelajaran dari Kisah Nabi Ishaq
Kisah Nabi Ishaq mengandung banyak pelajaran penting bagi umat Islam.
Pertama, kekuasaan Allah tidak terbatas. Kelahiran Nabi Ishaq dari pasangan yang sangat tua menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Kedua, pentingnya pendidikan tauhid dalam keluarga. Nabi Ibrahim berhasil mendidik anak-anaknya menjadi nabi yang meneruskan dakwah Islam.
Ketiga, keberkahan dalam keluarga yang taat kepada Allah. Keluarga Nabi Ibrahim menjadi keluarga yang penuh keberkahan karena ketaatan mereka.
Keempat, kesabaran dalam menunggu karunia Allah. Nabi Ibrahim menunggu bertahun-tahun hingga akhirnya dikaruniai anak.
Penutup
Kisah Nabi Ishaq ‘Alaihissalam merupakan bagian penting dari sejarah para nabi dalam Islam. Beliau adalah putra Nabi Ibrahim yang lahir melalui mukjizat Allah dan kemudian menjadi nabi yang saleh serta diberkahi.
Melalui keturunannya, Allah melahirkan banyak nabi besar yang menyebarkan ajaran tauhid kepada umat manusia. Hal ini menunjukkan bahwa keberkahan dari keluarga yang beriman dapat terus mengalir dari generasi ke generasi.
Bagi umat Islam, kisah Nabi Ishaq memberikan pelajaran tentang kekuasaan Allah, pentingnya kesabaran, serta nilai pendidikan iman dalam keluarga. Semoga kisah ini dapat meningkatkan keimanan kita dan mendorong kita untuk mengikuti jejak para nabi dalam menjalani kehidupan yang penuh ketaatan kepada Allah.
Wallahu a’lam bish-shawab.

Anda Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
