Kisah-kisah Tentang Tabayyun Bag.2

b. Kisah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu dengan Said bin Amir Al Juhami.

Said bin Amir Al Juhami adalah seorang sahabat Rasulullah yang diserahi amanah (jabatan) sebagai gubernur Hims oleh khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu. 

Suatu ketika khalifah singgah ke Hims. Di tengah-tengah rakyatnya khalifah bertanya, “Bagaimana penilaian saudara-saudara terhadap kebijakan gubernur saudara-saudara?”.

Mereka menjawab, “Ada empat macam kelemahan yang hendak kami laporkan kepada khalifah”.

Kemudian khalifah Umar mempertemukan rakyat dengan gubernurnya. Setelah semua kumpul, khalifah Umar membuka pertanyaan, “Bagaimana laporan saudara-saudara tentang kebijakan gubernur saudara-saudara?”.

Seorang juru bicara menjawab pertanyaan khalifah Umar, “Pertama: gubernur selalu tiba di kantor setelah matahari tinggi. Kedua: Gubernur tidak bersedia melayani rakyat pada malam hari. Ketiga: Gubernur tidak masuk kantor sehari penuh dalam sebulan. Keempat: Sewaktu-waktu gubernur menutup diri untuk bicara. Dalam kondisi seperti itu biasanya sang gubernur meninggalkan majlis (pertemuan)”.

kisah tabayyun

Seusai utusan bicara, khalifah Umar mempersilahkan gubernur Said bin Amir Al Juhamy untuk mengklarifikasi empat hal yang dianggap tidak mengenakkan itu. 

Kemudian Said bin Amir Al Juhamy berkata, “Masalah pertama; sebetulnya saya keberatan menanggapinya, tapi apa boleh buat. Keluarga saya tidak mempunyai pembantu. Karenanya tiap pagi saya terpaksa turun tangan membuat adonan terlebih dahulu. Sesudah adonan itu siap dimasak, barulah saya buat roti. Kemudain saya berwudhu’, setelah itubarulah saya berangkat ke tempat tugas untuk melayani masyarakat”.

Masalah kedua; sebenarnya saya juga berat menanggapinya, apalagi di depan umum seperti ini. Saya telah membagi waktu saya, siang hari untuk melayani masyarakat, malam hari untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah”.

Masalah ketiga; saya hanya memiliki sepasang pakaian yang melekat di badanku ini. Saya mencucinya sekali dalan sebulan. Jadi, jika saya mencucinyam saya terpaksa menunggu kering terlebih dahulu. Sesudah itu barulah saya dapat keluar melayani masyarakat”.

Masalah keempat; Ketika saya masih musyrik dahulu, saya pernah menyaksikan almarhum Khubaib bin Ady dihukum mati oleh kaum kafir Quraisy. Saya menyaksikan mereka menyayat-nyayat tubuh Khubaib bin Ady berkeping-keping. Pada waktu itu mereka mengejek Khubaib dengan nada bertanya, ‘Sukakah engkau si Muhammad menggantikan engkau, kemudian engkau dibebaskan?’. Khubaib menjawab ejekan mereka, “Saya tidak ingin bersenang-senang dengan anak istri saya sementara Rasulullah Muhammad tertusuk duri”.

Said bin Amir Al Juhamy melanjutkan, “Demi Allah ,,,! Jika saya teringat peristiwa itu, di saat mana saya membiarkan Khubaib bin Ady tanpa pembelaan sedikitpun, maka saya merasa bahwa dosaku tak terampuni Allah”.

Khalifah Umar mengakhiri dialog itu dengan mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakanku”. Sebelumnya khalifah Umar bin Kaththab memang yakin, Said tidak seburuk seperti yang dilaporkan. Khalifah Umar meberi contoh yang indah, bagaimana dia langsung mengklarifikasi yang dituduhkan kepada gubernurnya langsung dihadapan rakyatnya.

Sekembalinya ke Madunah khalifah Umar mengirim 1000 dinar untuk kebutuhan gubernurnya di Hims. Tapi dalam sejarah tercatat, uang dari khalifah itu dibagikan Said papda rakyat yang membutuhkannya.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button