Kisah-kisah Tentang Dengki Dan Iri (Hasad).

Kedengkian Qabil kepada Habil.

Ada seorang ulama salaf mengatakan muridnya, “Sungguh saya akan memberimu dengan suatu nasehat”.

Maka sang murid pun bertanya, “Nasehat apakah itu?”.

Sang ulama berkata, “Jauhilah Al Kibr, karena maksiat yang pertama kali dilakukan kepada Allah adalah (karena) Al Kibr. Dan jauhilah olehmu sifat rakus, karena lantaran sifat rakus itulah Adam dikeluarkan dari surga. Kemudian jauhilah penyakit hasad, karena dialah yang menyebabkan anak Adam membunuh saudaranya”.

Hampir semua umat tahu tentang bagaimana peristiwa Qabil dan Habil. Keduanya putra nabi Adam ‘alaihi salam. Namun Qabil menyimpan rasa iri yang kemudian berlanjut kepada rasa dengki. Dari rasa dengki kemudian berlanjut lagi ke pembunuhan terhadap Habil.

Nabi Adam dan istrinya (Hawa) adalah manusia pertama di dunia. Kemudian Allah mendakdirkan setiap kali Hawa melahirkan selalu kembar; laki-laki dan perempuan, tetapi dengan warna kulit dan postur tubuh yang berbeda.

Kemudian ketika anak-anak nabi Adam sudah dewasa Allah membuat syariat pernikahan untuk anak-anak nabi Adam ini berupa ‘kawin silang’. Kenapa?

kisah qabil dan habil

Sebab saat itu  tidak ada manusia lain selain anak-anak nabi Adam sendiri. Sehingga Allah membuat syari’at pernikahan yang khusus untuk anak-anaknya nabi Adam ‘alaihi salam.

Adapun syari’at khusus pernikahan anak-anaknya nabi Adam itu adalah mereka harus menikah dengan cara kawin silang. Yakni anak (laki-laki dan perempuan) yang lahirnya pas bersamaan maka mereka dilarang menikah. Yang boleh adalah mereka menikah dengan laki-laki atau perempuan yang tidak sama lahirnya (silang). Dan kebetulan Qabil lahirnya bersama dengan wanita (yang menurut nafsu manusia) yang cantik dan putih. Dan Qabil sendiri juga cakep. Sedangkan Habil adalah teman lahirnya adalah wanita yang menurut Qabil tidak membikin dirinya berselera. 

Nah dari situlah hati Qabil mulai tumbuh benih-benih hasad kepada saudaranya Habil. Hasad karena apa?

Ya karena Qabil mendapatkan jodoh wanita yang menurutnya tidak membuat diri selera, sedangkan Habil justru sebaliknya. Makanya Qabil tetap bersikukuh ingin menikah dengan wanita yang lahirnya sama dengan dirinya.

Lalu Allah mengujinya dengan cara agar mereka berdua mempersembahkan qurban kepada Allah Ta’ala. Dan ketika keduanya berqurban ternyata qurbannya Habil yang diterima sedangkan qurbannya Qabil ditolak. Maka semakin dengkilah Qabil terhadap Habil. 

Padahal qurbannya Habil diterima itu disebabkan Habil berqurban dengan semua barang yang serba terbaik sedangkan Qabil justru sebaliknya, yakni berqurban dengan barang-barang yang jelek.

Karena semakin bertambah hasadnya Qabil kepada Habil, puncaknya Habil dibunuh Qabil.

Lalu Allah mengabadikan kisah tersebut ke dalam firman-Nya:

Ceritakanlah kepada mereka kisah putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Aku pasti (akan) membunuhmu!”. Habil berkata, “Sesungguhnya Allah hanya akan menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa”. Qs. Al Maaidah 27.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button