Kedudukan jujur. -2-
Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin Umayyah radliyallahu ‘anhum adalah contoh teladan dalam kejujuran. Ya, mereka benar-benar jujur tidak melaksanakan kewajiban jihad bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Sementara mereka sendiri mengetahui dan menyadari bila mereka berkata jujur maka akan mendapatkan hukuman sedangkan apabila mau berkata dusta, seperti orang-orang munafik Madinah, bisa jadi ketiganya akan bernasib lain.
Namun mereka tidak mau melakukan kedustaan melainkan justru berkata jujur dengan segala konsekweksinya. Sebab mereka sadar bahwa bila mereka saat itu berkata dusta maka ke depannya mereka juga pasti akan terbiasa berdusta. Hal itu justru akan membahayakan bagi diri mereka sendiri.
Tetapi karena kejujurannya mereka itulah, bukan hanya pujian Allah dan ampunan dari-Nya saja. Melainkan ketiganya oleh Allah dijadikan sebagai teladan bagi orang yang ‘susah’ untuk berkata dan berbuat jujur. Firman Allah Ta’ala:
يَـآ أَيُّـهَـا الَّذِيْـنَ آمَنُوا اتَّـقُـوا اللهَ وَكُـوْنُوا مَعَ الصَّادِقِـيْـنَ.
Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar/jujur. Qs. At Taubah 119.

Bahkan secara umum Allah juga memuji orang-orang jujur pada ayat yang lain. Selain itu orang-orang jujur (benar keimanannya) oleh Allah akan disejajarkan kenikmatannya dengan orang-orang shalih dan para syuhada’.
وَمَن يُطِعَ اللهَ وَالرَّسُـوْلَ فَـأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِيْـنَ أَنْـعَمَ اللهُ عَـلَيْـهِـم مِّنَ النّـبِـيِّـنَ وَالصِّدِّيْـقِـيْـنَ وَالشُّـهَـدَاءِ الصَّـالِحِـيْـنَ، وَحَسُـنَ أُوْلَـئِكَ رَفِيْـقًـا.
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu; para nabi, para shiddiiqiin (orang-orang jujur), orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Qs. An Nisaa’ 69.
Jadi, yang dimaksud dengan JUJUR di sini bukan sekedar jujur pada lisan melainkan jujur juga perbuatannya. Yakni imannya!
Itu maknanya bahwa bila Allah menyebut orang yang jujur dalam Al Qur’an adalah mereka yang benar keimanannya.
طَاعَـةٌ وَّ قَوْلٌ مَّعْـرُوْفٌ، فَـإِذَا عَـزَمَ الْأَمْـرُ فَـلَوْ صَدَقُـوا اللهَ لَـكَـانَ خَـيْرًا لَّـهُـمْ.
Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jika mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Qs. Muhammad 21.
Selain itu Allah juga menginformasikan mengenai orang-orang yang berbuat baik dan memuji mereka karena perbuatan baik yang berupa keimanan, Islam, sedekah, kesabaran mereka serta menyatakan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang jujur.
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Qs. Al Baqarah 177.
Ternyata makna jujur itu bukan hanya sekedar berkata apa adanya.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
