Kebohongan yang Paling Besar – Lanjutan

Sebagaimana disebutkan di atas, kebohongan yang paling besar adalah merubah hukum Allah. Yakni yang seharusnya Allah telah mengharamkan sesuatu maka dia halalkan, juga ketika Allah telah menghalalkan sesuatu maka dia mengharamkannya. 

Sungguh perbuatan itu sangatlah dosa besar dan pelakunya diancam dengan ancaman neraka –sebagaimana juga sudah disebutkan ayat di atas-. 

Selain itu barangsiapa yang berbicara lalu mengatas namakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam maka orang tersebut juga disebut pendusta. Dan itu ancamannya juga sama; neraka!

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنْ كَـذَبَ عَـلَـيَّ مُـتُـعَمِّـدًا فَـلْيَـتَـبَـوَّأْ مَـقْعَـدَهُ مِنَ النَّـارِ.

“Barangsiapa yang sengaja berdusta atas (nama) aku maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya dalam neraka”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim. 

mengubah hukum Allah

Itu artinya bahwa siapa saja yang dengan beraninya seseorang mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan hadits atau keterangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sama sekali tidak pernah mengajarkan atau mengatakan sebagaimana yang dikatakan orang tersebut. Maka orang tersebut berarti telah memfitnah dan berdusta atas nama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Contoh; ada seseorang atau ajaran yang mengatakan bahwa nikah mut’ah adalah ajaran dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sama sekali tidak pernah mengajarkannya atau bersabda tentang dibolehkannya nikah mut’ah. Maka orang tersebut hendaknya bersiap-siap untuk berdiam diri di neraka. 

Contoh lain; Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengajarkan umatnya agar berkata, bertindak dan berperilaku jujur. Tetapi ternyata ada orang atau ajaran yang justru mengajarkan agar kelompoknya berkata, berperilaku dan bertindak dusta kepada kelompok lain. Lalu mereka katakan bahwa ajaran ini berasal dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Ingatlah bahwa orang-orang yang berdusta dengan mengatas namakan Allah dan rasul-Nya itu akan dijuluki sebagai munafik dan dijanjikan dengan adzab yang pedih. Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam:

آيَـةُ الْمُـنَـافِـقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَثَ كَـذَبَ، وَإِذَا وَعَـدَ أَخْـلَفَ، وَإِذَا اؤْتُـمِـنَ خَـانَ.

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga; apabila dia berbicara (pasti) bohong, apabila dia berjanji (pasti) menyelisihi, dan apabila diberi amanah (pasti) berkhianat”. Diriwayatkan Muttafaqun ‘alaihi.

Jadi ternyata pendusta itu akan mendapatkan julukan yang tidak enak lho.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button