Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah

Banyak kaum muslimin hari ini tidak menyadari bahwa mereka telah memasukkan ajaran baru ke dalam rumahnya. Padahal hal ini sangat berbahaya sekali bagi keluarga. Lalu apa saja sebenarnya yang dimaksud dengan kaum muslimin –baik sadar ataupun tidak- telah memasukkan ajaran baru ataupun benda-benda yang merusak ke dalam rumah?

Yang dimaksud di antaranya adalah: televisi dan handpone.

Memang keduanya adalah benda mati, tetapi apabila si pengguna tidak bisa menggunakannya dengan maka yang terjadi adalah benda itu (televisi dan handpone) bisa merusak anggota keluarga yang menggunakannya.

Bukankah di televisi banyak tayangan-tayangan yang mengandung unsur kesyirikan, syiar-syiar kekafiran, pemahaman menyimpang (yang bisa merusak aqidah), dan bahkan kemaksiatan serta kekejian.

Setidaknya ada beberapa yang perlu disikapi dengan sangat serius. Jika tidak setidaknya akan terjadi kerusakan pada:

Jangan Masukkan Ajaran Baru ke Dalam Rumah

Aqidah:

Yang dimaksud dengan kerusakan aqidah di sini di antara:

1. Syiar-syiar kekafiran yang dipertontonkan secara nyata dan gamblang. Bahkan terkadang pelakunya menjelaskan tentang agama mereka, seperti agama nasrani, budha, hindu, kejawen dan keyakinan-keyakinan lainnya yang terpampang di televisi. 

2. Tontonan yang memperlihatkan bagaimana seseorang bisa dibangkitkan dari kematian oleh orang lain yang menggunakan salib, atau seseorang yang bisa melakukan sesuatu di luar nalar dan akal sehat karena unsur sihir, dan sebagainya.

3. Memasukkan ajaran-ajaran yang dibumbui khurafat dan perdukunan. Yang kesemuanya itu akan bisa merusak tauhid.

4. Adanya lawakan atau lelucon yang –entah disengaja atau tidak- yang melecehkan Asma’ dan sifat Allah. Seperti ada seseorang yang membuat lelucon dengan membacakan sebuah sajak yang di sana digambarkan sedang berdoa. Lalu ada salah seorang dari mereka mengatakan, “Wahai Tuhan Yang Maha Esa atau Satu”. Lalu dijawab oleh pelawak lainnya, “Sebab Tuhan KB”. Sungguh ini bisa merusak aqidah. Walaupun bisa saja saat itu banyak orang/penonton yang tertawa. Tetapi ketahuilah bahwa itu sungguh merusak aqidah!

5. Adanya adegan dalam sebuah tayangan film yang menggambarkan tentang sebuah kejadian yang hal itu bisa membuat penontonnya dituntun untuk ragu terhadap takdir Allah. Atau suatu adegan yang seakan menuntun penontonnya untuk ‘mengakui’ bahwa manusia yang memiliki dimensi tertentu mampu menyamai Allah, yakni bisa menghidupkan orang yang sudah mati menjadi kembali hidup. Padahal dalam ajaran Islam dikatakan bahwa hanya Allah-lah yang bisa menghidupkan dan mematikan.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button