Jahiliyah

Zaman Jahiliyah

Apabila disebut dengan kata JAHILIYAH maka yang terbayang adalah zaman kelam di masa nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam hingga diangkatnya beliau menjadi seorang nabi dan rasul oleh Allah Ta’ala.

Zaman Jahiliyah

Padahal apabila dizoom kehidupannya waktu itu ternyata bisa dibilang wajar-wajar saja. Bahkan saat itu justru kondisi di Makkah sedang berada pada tingkat yang bagus. Baik secara ekonomi maupun militer.

Secara ekonomi; orang-orang Makkah ekonominya sangat bagus. Dan bagusnya disebabkan di Makkah memiliki magnet yang luar biasa yakni Ka’bah. Betapa tidak?

Orang-orang Makkah memberikan aturan khusus bagi orang-orang yang hendak menunaikan ibadah haji saat itu –ini sebelum nabi Muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul-. Aturannya adalah bahwa para calon jamaah haji harus menggunakan pakaian ihramnya dari orang-orang penduduk Makkah.

Sehingga mau tidak mau penduduk Makkah menjualnya dengan harga yang sangat mahal. Nah bagi calon jamaah haji yang tidak mampu membeli pakaian ihram yang dijual dari penduduk Makkah maka mereka harus melakukan ritual tawafnya dengan cara telanjang bulat.

Hanya saja waktu pelaksanaannya dibedakan antara laki-laki dan perempuan saat mereka melakukan tawaf. Yaitu bagi yang laki-laki mereka melakukan ‘ibadah’ tawafnya di siang hari sedangkan yang perempuan mereka melakukan ‘ibadah’ tawafnya dilakukan pada malam hari.

Penjagaannya pun juga sangat ketat. Yakni ketika laki-laki yang sedang melakukan tawaf di siang hari maka para laki-laki Makkah lah yang menjaganya. Begitu juga sebaliknya.

Jadi tidak akan mungkin ketika giliran laki-laki yang melakukan ritual jangan harap ada perempuan yang bisa mengintip. Atau sebaliknya. Itu artinya bahwa mereka –pada masa itu- masih tetap menjaga ‘norma-norma’ yang seharusnya dijaga.

Sedangkan dari sisi militer maka seluruh jazirah Arab mengakui bahwa bangsa Quraisy adalah memiliki kemampuan militer di atas rata-rata saat itu. Hal itu bisa terlihat ketika pra perang Badar antara pasukan Rasulullah dan musyrikin Quraisy. Terutama Sofyan bin Harb –saat kafilah dagangnya dikejar pasukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Ya, setidaknya ada dua hal tentang kehebatan orang-orang Quraisy dalam hal militer, khsususnya Abu Sofyan. Yakni ketika Abu Sofyan ingin mengirim kabar kepada penduduk Makkah bahwa dirinya dan rombongan kafilah dagangnya sedang dikejar oleh pasukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Saat itu Abu Sofyan meminta bantuan kepada seorang pengembala bernama Dhomdhom. Kepada Dhomdhom, Abu Sofyan akan memberikan hadiah yang sangat besar kepada Dhomdhom.

Setelah Dhomdhom siap untuk membantu maka segera Abu Sofyan memotong telinganya Dhomdhom. Dan ternyata triknya Abu Sofyan benar-benar jitu.

Sesampainya Dhomdhom di depan Ka’bah, dia mengumpulkan masyarakat Quraisy lalu mengatakan bahwa Abu Sofyan dan kafilah dagangnya membutuhkan bantuan. Sebab sedang dikejar Rasulullah dan pasukannya hendak dirampas Rasulullah.

Kemudian Dhomdhom menunjukkan telinganya yang putus karena ulahnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Padahal sebenarnya Abu Sofyanlah yang memotong telinga dirinya.

Wal hasil terbakarlah emosi masyarakat Quraisy atas informasi yang datang dari Dhomdhom.

Tidak lama kemudian terkumpullah sekitar seribu pasukan yang siap untuk membantu Abu Sofyan dan kafilah dagangnya. Lalu berangkatlah mereka menyusul kafilah dagangnya Abu Sofyan dan berencana menghalau pasukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button