Zaman Jahiliyah Bag.2
Tetapi kenapa zaman itu disebut dengan zaman jahililyah?
Sebab di seluruh sendi kehidupan masyarakatnya tidak ada sama sekali petunjuk (Huda) dari Allah Ta’ala. Yang ada hanya nafsu dan segala prasangka yang ada dalam benak diri mereka sendiri.

Walhasil rusaklah sendi kehidupan mereka dan berbangsa dan bernegara. Mulai dari sendi keluarga, masyarakat hingga negara.
Dari sisi kehidupan berkeluarga; masyarakat Quraisy saat itu beranggapan bahwa wanita itu tidak ada harga dan hina.
Ya, hina. Sebab anak wanita dianggapnya membawa kesialan. Bahkan seorang ibu saja bisa diwariskan apabila sang ayah meninggal dunia. Itu artinya bahwa seorang ibu apabila ayahnya meninggal maka kelak bisa berubah statusnya menjadi seorang istri.
Apabila terjadi peperangan maka wanita tidak bisa membantu dalam peperangan. Sebab bagi masyarakat Quraisy waktu itu; bahwa yang namanya prajurit itu ya yang bisa angkat senjata, ikut berperang dan membunuh musuh.
Tetapi kalau wanita? Justru mereka tidak bisa dan bahkan bisa dijadikan tawanan. Dan jika menjadi tawanan maka mereka akan dijadikan sebagai budak. Dan jelas ini akan menurunkan martabat keluarga.
Bila wanita itu sebagai istri maka si istri bisa dijadikan sebagai bahan untuk jaminan suaminya. Baik jaminan undi-undian, perjudian dan bahkan hutang piutang.
Makanya wanita di mata masyarakat Quraisy waktu itu adalah manusia kelas rendah. Padahal jikalau wanitanya direndahkan dan tidak ditempatkan pada porsinya maka implikasinya pasti kepada kerusakan negaranya.
Dari sisi keyakinan; maka masyarakat Quraisy juga sangat rusak. Sebab keyakinan mereka juga tidak kepada Allah melainkan kepada materi kebendaan dan perdukunan yang serba takhayyul bid’ah.
Di antaranya; mereka percaya pada sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan supranatural atau informasi yang di luar nalar. Seperti suara burung tertentu yang dianggap sebagai sebuah informasi akan adanya suatu perkara atau peristiwa.
Atau mereka juga memiliki keyakinan pada sebuah benda yang sebelumnya digantungkan pada suatu pohon tertentu. Lalu setelah usai digantung dalam masa tertentu lalu dianggapnya memiliki kekuatan yang luar biasa dan seterusnya.
Lalu setelah Islam datang maka berubahlah wajah kehidupan Quraisy.
Mereka menghargai wanita sesuai dengan syariat yang telah ditentukan Allah. Para wanita dijunjung tinggi martabatnya. Bahkan Rasulullah sendiri pernah bersabda bahwa ibu (wanita) adalah tempat sekolah (pendidikan) paling berpengaruh (untuk anak-anaknya).
Bahkan pada hadits lain juga disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa kemajuan suatu negara pasti karena ditopangoleh para wanitanya yang tangguh.
Keyakinannya mereka juga sudah berubah. Yakni mereka telah beriman kepada Allah (setelah datangnya Islam). Lalu mereka menggantungkan nasibnya hanya kepada Allah. Pun begitu mereka melihat segala informasi atau segala macamnya hanya disandarkan kepada dalil-dallil yang benar.
Jadi jika sekarang kehidupannya sama dengan kehidupan orang-orang Quraisy sebelum datangnya Islam ya bisa jadi sekarang ini juga bisa saja disebut dengan zaman jahiliyah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
