Jaga Diri Dan Keluarga
Setiap insan beriman pasti akan selalu menjaga diri dan keluarganya dari segala keburukan. Baik keburukan secara fisik dan dunia; apalagi keburukan secara ruhani maupun akhirat.
Maka tidak heran apabila ada orang tua yang selalu aktif datang ke masjid untuk mengantar anak kesayangannya agar mau belajar mengaji. Padahal tidak sedikit dari para orang tuanya (khususnya ibu-ibunya) saat mengantar anak-anaknya mereka justru menggunakan pakaian you can see. Atau menggunakan atribut aksesoris pakaian glamour atau bahkan wajahnya “didempul” sedemikian rupa.

Kalau seperti ini lalu dari mana memulainya? Oleh karena itulah Allah berfirman dalam ayatNya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ.
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Qs. At Tahriim 6.
Ayat di atas terdapat dapat dalam surat At Tahriim. Padahal surat ini turun disebabkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membuat janji kepada istrinya, ‘Aisyah untuk tidak lagi makan dan minum pemberian dari ibundanya Ibrahim, Maria Al Qibthiyah. Mengenai sebab turunnya ayat ini sudah pernah dibahas di forum ini.
Tetapi setidaknya bisa diambil pelajaran mengenai proses dalam kehidupan manusia sehari-hari. Sebab bagaimanapun juga manusia tidak pernah terlepas dari masalah khilaf. Terutama mengenai persoalan kerumah tanggaan.
Walau pada ayat ini yang berkaitan langsung adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan para istri-istrinya. Tetapi bukan berarti bahwa perbuatan; (menghalalkan yang telah Allah haramkan atau sebaliknya, mengharamkan terhadap sesuatu yang sudah Allah Ta’ala halalkan) ini tidak terjadi kepada umatnya. Malah justru bisa jadi ini jauh lebih parah. Atau setidaknya Allah Ta’ala telah memperingatkan tentang perkara ini.
Sebab apabila dikaji secara seksama dan dengan penuh kejujuran maka (bisa jadi) akan ditemukan fakta-fakta tentang perkara yang terkadang dianggap remeh tetapi sebenarnya sangat besar di sisi Allah Ta’ala.
Seperti penghalalan yang sudah Allah haramkan atau sebaliknya tadi. Tetapi terkadang yang memang secara sadar tentang sesuatu itu haram tetapi tetap diterjang dan tetap tidak menghalalkannya pada sesuatu yang memang sudah Allah haramkan itu.
Maka waspadalah bahwa hal seperti itu adalah sebuah jebakan setan yang sebenarnya akan menyeret pelakunya secara perlahan akan terus kelak meningkatan perbuatan dosanya.
Kenapa jika sudah tahu kok tetap dilakukan?
Jawabannya adalah karena faktor keluarga (yang dominan).
Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengharamkan sesuatu yang disajikan oleh Maria Al Qibtiyah? Padahal Maria Al Qibtiyah tidak akan mungkin menyajikan makanan dan minuman yang haram kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Dan Rasulullah saat itu menlakukannya kan juga demi menyenangkan istri-istrinya (‘Aisyah dan Hafshah radliyallahu ‘anhuma)?
Maka berhati-hatilah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Jaga Diri Dan Keluarga Bag.2
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

