Jaga Diri Dan Keluarga Bag.5

Jaga Diri Dan Keluarga Bag.5

Lalu bagaimana cara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam mengungkapkan rasa cintanya kepada anak-anaknya? Agar anak-anaknya terhindar dari api neraka?

Setidaknya ada dua peristiwa yang bisa diambil pelajaan bagi umatnya;

Jaga Diri Dan Keluarga Bag.5
  1. Kasus pencurian yang ditutup-tutupi.

Ketika terjadi pencurian di kota Madinah sebenarnya ada beberapa orang yang tahu pelakunya. Tetapi mereka memilih diam. Sebab setelah diketahui ternyata pelakunya adalah orang ‘terhormat’.

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salampun murka, hingga beliau mengungkapkan sebuah sabdanya, “Demi Allah, seandainya Fatimah binti (anak) Muhammad (Rasulullah) mencuri, niscaya dia akan aku potong tangannya”.

Ini menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam benar-benar ingin menegakkan keadilan serta ingin mendidik anak-anaknya (khususnya) dan kaum muslimin (pada umumnya).

Hal itu menyiratkan bahwa jangan mentang-mentang anak Rasulullah lalu berbuat sekehendaknya. Sebab pasti akan dilindungi. Bukan! Itu salah besar. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam justru mengungkapkan kecintaannya dengan cara tidak memanjakannya. Bahkan akan menghukumnya dengan keras apabila melakukan suatu tindakan kemungkaran.

  1. Meminta budak untuk memperingan pekerjaan rumahnya.

Semua sejarawan tahu bahwa kehidupan rumah tangganya Fatimah bersama Ali bin Abi Thalib itu tidak semudah dan seenak yang dibayangkan kebanyakan manusia. Maksudnya tidak semewah yang dibayangkan. Sebab secara kasat mata sudah diketahui bahwa Fatimah adalah seorang putri kesayangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Putri seorang pemimpin umat.

Tetapi kenyataannya dalam kehidupan sehari-harinya, boleh dibilang, sangat memprihatinkan! Betapa tidak?

Untuk hidup sehari-hari saja Fatimah harus membantu Ali dengan cara menggiling gandum hingga tangannya melepuh. Bahkan sering terjadi bila menjelang malam tiba di rumah Fatimah dan Ali tidak didapatkan makanan.

Ini sungguh mengenaskan. Padahal semuanya sudah bahwa Fatimah adalah anak kesayangannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tetapi kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak menolongnya dari segi finansial?

Apa Rasulullah shalallahu ‘alaihi tidak lagi sayang kepada putrinya yang satu ini?

Jawabannya adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sangat sayang sekali terhadap putrinya yang satu ini. Hanya saja Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memiliki cara dalam mencintai putrinya. Yaitu seusai peperangan besar yang dialami kaum muslimin.

Saat seluruh ghanimah dikumpulkan di tempat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam membagi-bagikan harta ghanimah itu kepada yang berhak.

Dan ternyata Rasulullah sendiri mendapatkan bagian seperlima dari seluruh pendapatan ghanimah itu sendiri. Sementara itu dari seperlima ghanimah yang menjadi bagian bagi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam itu ada yang berupa manusia alias budak.

Mengetahui hal itu maka Ali bin Abu Thalibpun segera pulang ke rumah untuk memberitahukan hal itu kepada Fatimah. Lalu menawarkan kepada Fatimah (bila mau) untuk meminta seorang budak dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tujuannya agar bisa meringankan beban Fatimah dalam bekerja.

Dan fatimahpun beranjak pergi ke rumah Rasulullah. Namun sesampainya di rumah Rasulullah, Fatimah hanya memberi salam lalu mengatakan bahwa Ali mengirim salam kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Setelah itu Fatimah langsung pamit pulang.

Sesampainya di rumah Fatimah mengatakan kepada Ali bahwa dirinya tidak sanggup untuk mengatakan kepada Rasulullah.

Karena Fatimah gagal maka gantian Ali datang ke rumah Rasulullah untuk meminta jatah budak. Namun sesampainya di rumah Rasulullah, Alipun juga tidak jauh berbeda dengan Fatimah. Yakni Ali hanya mengucapkan salam lalu mengatakan Fatimah mengirim salam untuk Rasulullah. Setelah Ali juga meminta ijin pulang.

Sesampainya di rumah Ali pun menyampaikan kepada Fatimah perihal ketidak sanggupannya untuk meminta jatah seorang budak.

Wal hasil suami istri itu tertidur di rumahnya karena kelelahan.

Tidak lama kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan di balik jendela, “Maukah kalian aku beritahukan suatu amalan. Yang apabila kalian amalkan niscaya kekuaannya melebihi seorang budak?”.

Sontak Ali dan fatimah bangkit an menjawab, “Mau wahai Rasulullah”.

Lalu Rasulullah mengatakan agar apabila menjelang tidur keduanya disarannya untuk membaca subhaanallah sebanyak 33 kali, hamdallah (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali dan takbir (Allahu akbar) sebanyak 34 kali.

Lalu Ali berkata bahwa sejak saat itu saya mengamalkannya. Dan ternyata setiap kali saya amalkan dzikir itu saya merasa hilang rasa capek dan pegal-pegal saya esok harinya.

Jadi begitulah makna dari ayat آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا (peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka).

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button