Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.20
d. Pemecah belah.
Ini adalah tuduhan yang ternyata sajak zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sudah berlaku. Yaitu ketika para tokoh musyrikin kesusahan dalam membendung laju dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang dianggap semakin liar. Hingga ‘badai’ dakwah menyapu semua yang ada di depannya.
Hampir seluruh lapisan masyarakat terkena dakwahnya. Hingga seluruh lini di masyarakat pasti sudah ada yang masuk Islam. Mulai dari kalangan politisi, pebisnis, tokoh wanita hingga para budakpun masuk Islam.
Nah, karena kesulitan membendung itulah akhirnya mereka melakukan istihza’ dengan cara melempar tuduhan fitnah kejinya: pemecah belah. Atau kalau pada masa kini disebut pemecah belah bangsa.
Padahal Islam telah mengajarkan tentang berbakti kepada kedua orang tua. Dan itu telah ditunjukkan oleh Mus’ab bin Umair radliyallahu ‘anhu.
Kaum muslimin (di awal bi’tsah –kenabian-) juga tidak pernah mengajak berkelahi kepada orang-orang musyrik, apalagi membunuh. Bahkan sebaliknya, kaum muslimin hampir seluruhnya dibully, disiksa secara fisik dan mental, hingga ada yang terbunuh karena beratnya siksaan yang dialaminya.
Tetapi kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam justru yang dituduh sebagai pemecah belah bangsa?
Bukan hanya itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salampun bahkan memerintahkan pengikutnya (kaum muslimin) untuk hijrah ke Habasyah guna menghindari pembullyan, penyiksaan dan bahkan pembunuhan.

Tetapi sekali lagi, ketika sampai di negeri Habasyah pun ternyata mereka (kaum muslimin) masih dikejar. Yakni musyrikin Quraisy mengutus utusan kepada raja Habasyah agar mengembalikan para muhajirin ke Makkah.
Alasannya bahwa orang-orang yang datang itu (kaum muslimin yang hijrah) nanti akan memecah belah bangsa di Habasyah, sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam (menurut tuduhan mereka) juga telah memecah bangsa Quraisy.
Ini apa tujuannya?
Tujuannya tiada lain hanyalah agar raja Habasyah mengusir kaum muslimin yang hijrah ke sana lalu kaum msulimin kembali ke Makkah. Dan setelah di Makkah musyrikin akan kembali membully, menyiksa dan membunuh mereka.
Pertanyaannya: Apakah Rasulullah shalallahu dan kaum muslimin telah melakukan permufakatan jahat dan pemecah belah bangsa?
Bahkan dalam ayat-Nya Allah Ta’ala telah memuji Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai sosok yang sangat mencintai umatnya.
لَـقَدْ جَآءَكُـمْ رَسُوْلٌ مِّنْ أَنْـفُسِكُـمْ عَـزِيْزٌ عَـلَيْهِ مَا عَنِـتُّـمْ حَرِيْصٌ عَـلَيْكُـمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.Qs. At Taubah 128.
Jadi siapa sebenarnya yang pemecah belah bangsa?
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
