Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.17
Nabi Musa ‘alaihi salam.
Istihza’ yang dilakukan orang-orang Yahudi ini sangat berbeda dengan kaum lainnya. Hal itu Allah Ta’ala informasikan dalam Al Qur’an.
وَإِذْقَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللهَ يَـأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً، قَالُوْا أَتَـتَّخِذُنَـا هُزُوًا، قَالَ أَعُوْذُ بِاللهِ أَنْ أَكُوْنَ مِنَ الْجَاهِلِيْنَ.
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami sebagai bahan ejekan?”. Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. Qs. Al Baqarah 67.
Ayat di ayat menceritakan tentang kisah orang-orang Yahudi yang membunuh anak saudaranya. Tujuannya agar kelak warisan saudaranya tidak jatuh ke anak saudaranya tersebut, tetapi jatuh kepada mereka.
Setelah penguburan anak saudara (keponakan)nya itu, datanglah mereka kepada nabi Musa ‘alaihi salam.
Kepada nabi Musa ‘alaihi salam mereka berdusta dengan bersandiwara meminta tolong agar nabi Musa ‘alaihi salam meminta petunjuk kepada Allah Ta’ala agar menunjukkan tentang siapa pelaku pembunuhan keponakannya tersebut.

Dan ketika Allah Ta’ala sudah memberi jawaban dengan bersyarat –yakni harus menyembelih seekor sapi betina-. Di sinilah kemudian mereka dengan berani melakukan istihza’. Yaitu seakan mempertanyakan tentang syarat yang harus disembelih.
Kenapa kok sapi? Bukan kerbau atau kambing atau binatang lainnya?
Ya, istihza’ yang dilakukan kaumnya nabi Musa ‘alaihi salam (Yahudi) ini bentuknya pertanyaan tetapi sebenarnya untuk menyangkal. Sebab mereka bila Allah Ta’ala telah memberikan syarat (untuk menyembelih) sapi. Itu artinya bahwa nanti pasti akan ketahuan siapa pelakunya.
Makanya mereka mencoba untuk mengelak dengan mengatakan: “Apakah kamu hendak menjadikan kami sebagai bahan ejekan?”.
Tetapi ketika nabi Musa ‘alaihi salam menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”.
Mendengar jawaban nabi Musa ‘alaihi salam, mereka langsung berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada Kami, sapi betina apakah itu?”.
Nabi Musa menjawab: “Sesunggunya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”. Qs. Al Baqarah 68.
Dari dialog di atas dan berlanjut hingga ayat ke-74 itu menunjukkan bahwa sebenarnya orang-orang Yahudi ini ingin mengelak. Sebab mereka tahu bahwa Allah Ta’ala pasti akan menunjukkan siapa pembunuh sebenarnya.
Sedangkan pertanyaan yang diajukan orang-orang Yahudi kepada nabi Musa ‘alaihi salam itu pada dasar istihza’. Yaitu harapan mereka; dengan semakin banyak bertanya maka akan semakin susah untuk membuktikan siapa pelakunya.
Tetapi yang terjadi kan malah justru sebaliknya. Semakin mereka banyak bertanya karena hendak lari dari tanggung jawab, maka Allah Ta’ala jusru semakin memberi kesulitan kepada mereka. Dan setelah mereka mampu melaksanakan apa yang disyaratkan Allah, ternyata dari sana bisa dibuktikan/ditunjukkan siapa pelaku pembunuhannya.
Maka janganlah sekali-kali bertanya hanya untuk mengelak dari suatu kewajiban. Sebab hal itu termasuk istihza’.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
