Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.16

Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.16

Nabi Syu’aib ‘alaihi salam.

Untuk nabi Syu’aib ‘alaihi salam juga berbeda. Ya, nabi Syu’aib ‘alaihi salam diutus Allah Ta’ala agar berdakwah kepada kaumnya untuk bertauhid dan adil dalam timbangan.

Ya, sepintas memang sepele. Yakni hanya sekedar timbangan dalam hal jual beli. Tetapi efek negatifnya sangat luar biasa. Sebab hal itu sangat merugikan orang lain. Oleh karena itulah Allah Ta’ala mengutus nabi Syu’aib ‘alaihi salam.

Seruannya nabi Syu’aib ‘alaihi salam Allah abadikan dalam firman-Nya:

قَالَ يَـآ قَوْمِ أَوْفُوْا الْمِكْـيَالَ وَالْمِيْـزَانَ بِالْقِسْطِ، وَلَا تَـبْخَسُوْا النَّـاسَ أَشْيَآءَهُـمْ وَلَا تَعْـثَوْا فِى الْأَرْضِ مُفْسِدِيْنَ. بَقِـيَّـتُ اللهِ خَيْـرٌ لَّـكُـمْ إِنْ كُنْـتُمْ مُؤْمِنِيْنَ، وَمَا أَنَـا عَـلَيْكُـمْ بِحَفِيْـظٍ.

Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Qs. Huud 85-86.

Jelas sekali di sana bahwa nabi Syu’aib ‘alaihi salam setelah berdakwah kepada tauhid kemudian mengajak kaumnya agar berbuat adil dalam timbangan/neraca/takaran.

kisah nabi syuaib

Pertanyaannya; kenapa selalu tauhid didahulukan?

Sebab tauhidlah barometernya. Apabila tauhid seseorang rusak maka rusak pulalah muamalah orang tersebut. Salah satu contohnya ya kaumnya nabi Syu’aib ‘alaihi salam ini.

Maka dakwah yang pertama kali dikumandang oleh para nabi (termasuk nabi Syu’aib ‘alaihi salam) ya tauhid dahulu. Baru kemudian persoalan yang terjadi ditengah-tengah umat (kaumnya) untuk diluruskan. Dan kebetulan persoalan akut yang dialami kaumnya nabi Syu’aib a’alihi salam adalah masalah timbangan/takaran. Termasuk persoalan hari ini sebenarnya juga begitu. Makanya Allah Ta’ala juga menurunkan ayat-Nya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam agar mengingatkan umatnya.

وَيْلٌ لِّـلْمُطَفِّـفِيْنَ. الَّذِيْنَ إِذَا اكْـتَالُوْا عَـلَى النَّـاسِ يَسْـتَوْفُوْنَ. وَإِذَا كَالُوْ هُمْ أَوْ وَزَنُوْ هُمْ يُحْسِرُوْنَ.

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari takaran orang lain mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Qs. Al Mutaffifin 1-3.

Tetapi apa yang terjadi? Kaumnya nabi Syu’aib ‘alaihi salam ber-istihza’ kepada nabi Syu’aib ‘alaihi salam hanya status strata sosial beliau yang di bawah mereka (para tokohnya). Dan istihza’nya berupa pertanyaan tentang kenapa Tuhan (baca: Allah) sampai mau mengurusi persoalan harta mereka, dan memandang remeh terhadap nabi Syu’aib ‘alaihi salam. Hal itu tertuang pada dua ayat.

  1. Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah agamamu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal”. Qs. Huud 87.
  2. Mereka berkata: “Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami, kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang berwibawa disisi kami”.Qs. Huud 91.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button