Istihza’ Akibat Dari Ditolaknya Dakwah Kepada Allah Bag.11
Istihza’, bercanda yang menjurus pada peremehan agama dan para pengikutnya. Ini tidak akan terjadi apabila tidak ada penolakan dalam dakwah. Dan penolakan sendiri seringnya disebabkan karena unsur ego dari para penguasa/tokoh.
Padahal sebenarnya dakwah itu sendiri tidak pernah menyinggung kereka. Tetapi kenyataannya mereka tersinggung.
Namun usut punya usut ternyata memang sudah menjadi sunnah qadariyah dalam dakwah bahwa setiap Al Haq pasti akan bergesekan dengan Al Batil.
وَكَذَلِكَ جَعَـلْنَـا لِكُـلِّ نَـبِـيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُـجْرِمِيْنَ، وَكَفَى بِـرَبِّكَ هَادِيًـا وَّنَصِيْرًا.
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. Qs. Al Furqan 31.
وَكَـمْ أَرْسَـلْنَا مِنْ نَّـبِيٍّ فِى الْأَوَلِـيْنَ. وَمَا يِـأْتِـيْهِـمْ مِّنْ نَّـبِـيٍّ إِلَّا كَانُوْا بِـهِ يَسْتَـهْزِءُوْنَ.

Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Qs. Az Zukhruf 6-7.
يَـآ حَسْةً عَلَى الْعِـبَادِ، مَا يَـأْتِيْـهِمْ مِنْ رَّسُوْلٍ إِلَّا كَانُوْا بِـهِ يَسْـتَهْزِءُوْنَ.
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokannya.Qs. Yasin 30.
Dari ketiga ayat di atas sudah jelas sekali bahwa sebenarnya yang selalu merintangi dakwah par nabi adalah para pendosa.
Ya, para pendosa. Baik dosa karena dosa-dosa syirik (dosa kepada Allah) maupun dosa kepada sesama manusia (karena perbuatan keji dan mungkar).
Adapun yang biasanya lebih dominan menjadi orang-orang yang memusuhi para nabi dalam dakwah adalah orang-orang yang syirik kepada Allah.
Lihat saja Fir’aun. Dia dengan pongah dan angkuhnya mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan yang paling tinggi.
فَكَـذَّبَ وَعَصَى. ثُـمَّ أَدْبَـرَ وَيَسْـعَى. فَحَشَرَ فَنَـادَى. فَـقَـالَ أَنَـا رَبُّـكُـمُ الْأَعْـلَى.
Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Qs. An Naazi’aat 21-24.
Ya, karena syirik itulah akhirnya Fir’aun berani menantang Musa dan melakukan istihza’.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
