Islam Agama Solutif
Setiap manusia pasti memiliki keinginan dan problem. Walaupun terkadang keinginan itu terkendala karena beberapa hal. Atau yang sering disebut dengan problem. Adapun problem itu sendiri terkadang datangnya dari internal atau terkadang juga eksternal. Hal itu membuat keinginan seseorang menjadi terkendala.

Sebagai contoh; urusan penyaluran syahwat, makan daging, keinginan untuk memiliki sesuatu dan lain sebagainya. Allah Ta’ala memang menciptakan manusia dengan disisipkan padanya nafsu syahwat. Hanya saja manusia itu bukan hewan. Kalau hewan bisa saja asal melepaskan syahwatnya kapan saja, di mana saja dan kepada siapa saja.
Tetapi manusia; maka Allah Ta’ala telah membuat aturan berkaitan dengan penyaluran syahwat ini. Jadi tidak sekedar harus menyalurkan kepada semua saja. Yang penting happy. Bukan! Bukan itu!
Sebab Allah Ta’ala memberikan rasa syahwat kepada manusia itu memiliki hikmah yang sangat suci.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Qs. Ar Ruum 21.
Dengan ikatan pernikahan ini maka akan memperbaiki keturunan. Selain itu akan semakin mempererat tali persaudaraan sesama kaum muslimin. Selain itu juga akan mampu membangun rasa kasih sayang dan ketenteraman di antara pasangan suami istri itu sendiri.
Hal itu akan sangat berbeda dengan orang-orang yang menyalurkan syahwatnya melalui perzinaan. Mau jujur atau tidak; bahwa yang namanya perzinaan maka pihak wanitalah yang menjadi korbannya.
Sebab dia nantinya yang akan mengandung dari buah perzinaan itu. Sedangkan di masyarakat maka si wanita itu dianggap wanita yang tidak bermoral. Belum lagi apabila dilihat dari sisi hukum agama.
Mungkin ada yang berkilah bahwa itu urusan pribadi masing-masing orang. Toh mereka suka sama suka. It’s ok. Tapi apakah mereka tidak mau jujur bagaimana dahulu saat Maryam binti Imran melahirkan Isa Al Masih?
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا.
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”. Qs. Maryam 28.
Sangat jelas bahwa masyarakat dahulu saja sudah menjaga yang namanya garis keturunan. Dan itu dibuktikan dengan Maryam, ibunda Isa Al Masih.
Sebuah pertanyaan yang menohok sebenarnya. Yakni perbuatan zina itu langsung dikaitkan dengan kedua orang tuanya. ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.
Hal itu akan berbeda apabila pelampiasan syahwatnya melalui aturan, nikah. Walaupun pada prinsipnya sama-sama pelampiasan syahwat, hanya saja yang membedakan adalah; yang satu melalui pernizaan sedangkan yang lainnya melalui pernikahan.
Maka bayi yang dari hasil pernikahan resmi secara syar’i itu kelak akan menjadi manusia-manusia shalih dan shalihah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Islam Agama Solutif Bag.2
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

