Indikasi Lemah Iman Bag.18

b. Meremehkan perbuatan ma’ruf dan tidak menaruh perhatian terhadap amal-amal kebajikan yang sepele. 

Dalam pepatah Indonesia disebutkan, “Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit”. Pepatah ini dahulu sering sekali diajarkan oleh guru sekolah dasar. Ya, itulah paling tidak seharusnya kaum muslimin (khususnya di Indonesia) faham tentang filosofinya. Yaitu ketika ada seseorang yang melakukan sesuatu yang ma’ruf seharusnya tidak diremehkan. Sebab siapa tahu dari kebiasaan melakukan suatu kema’rufan yang dianggapnya remeh akhirnya dia akan semakin merasa mudah dan ringan ketika melakukan suatu kema’rufan yang jauh lebih besar lagi.  

Oleh karena itu janganlah suka meremehkan suatu kebajikan atau kema’rufan meskipun dianggapnya remeh. Dalam sebuah hadits imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya, dari Abu Jurayyi Al Hujaimi radliyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah. Sesungguhnya kami adalah penduduk pedalaman pada pasir (yang hidup nomaden), maka ajarkanlah kepada kami sebuah amalan yang dengannya Allah memberi manfaat kepada kami”. 

amar maruf nahi munkar

Maka Rasulullah bersabda: 

لَا تَـحْقِـرَنَّ مِنَ الْمَعْـرُوْفِ شَيْـئًا، وَلَوْ أَنْ تُـفْـرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِى إِنَـاءٍ الْمُسْـتَسْـقِي، وَلَوْ أَنْ تُـكَـلِّـمَ أَخَاكَ وَوَجْـهُكَ إِلَيْـهِ مُـنْـبَسِطٌ. 

“Janganlah engkau sekali-kali meremehkan sebuah perbuatan ma’ruf, apapun perbuatan itu, walau hanya sekedar menuangkan air dari embermu ke ember orang lain yang hendak menimba air sumur. Bahkan walau sekedar engkau berbicara kepada orang lain sementara wajahmu ceria dihadapannya”. Riwayat Ahmad no. 20633, Ibnu Hibban no. 522 dan Al Qudha’i dalam Musnad Asy Syihab, denagn sanad shahih dari Abu Jurayyi Jabir bin Sulaim Al Hujaimi radliyallahu ‘anhu.  

Hanya sekedar menuangkan air dari ember ke ember, atau hanya sekedar bermuka manis dihadapan orang muslim. Bukankah itu suatu perbuatan yang ma’ruf tetapi dianggap remeh? 

Tetapi itulah ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Pada hadits lain disebutkan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: 

مَنْ أَحَاطَ أَذَى عَـنْ طَرِيْـقِ الْمُسْـلَمِيْـنَ كُـتِبَ لَـهُ حَسَنَـةٌ، وَمَنْ تُـقُـبِّلَتْ لَـهُ حَسَـنَةٌ دَخَلَ الْجَنَّـةَ. 

“Seorang laki-laki melintasi sebuah dahan pohon yang merintangi di tengah jalan, maka dia berkata, ‘Demi Allah, aku benar-benar akan menyingkirkan dahan ini agar tidak mengganggu kaum muslimin’, akibat perbuatannya itu dia dimasukkan ke dalam surga”. Riwayat Muslim no. 1914 dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu. 

Wallahua’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button