Senang tampil di depan umum.
Memang tampil di depan umum dilarang? Bukan dilarang bahkan dianjurkan jika memang itu sangat bermanfaat dan urgen. Tetapi jika ‘hanya sekedar’ suka tampil di depan umum agar dirinya bisa memenuhi isihalaman suatu majalah atau koran atau biar bisa tershoting oleh salah satutelevisi nasional, misalkan. Nah ini masalah.
Sebab tidak akan mungkin seseorang mempunyai keinginan seperti itu kecuali pastiingin agar dirinya dikenal khalayak ramai. Padahal kalau sudah dikenal olehkhalayak ramai maka (bisa dipastikan) dia memiliki ambisi; setidaknya inginmenjadi pemimpin bagi orang banyak.
Ingatlahbahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah mengingatkan, sabdanya:
اتّـقُوْا هَذِهِ الْمَذَابِـحَ. يَـعْنِى:الْمَحَاريْـبَ.
“Waspadalah oleh kalian tempat-tempat penyembelihan”, yang beliau maksudkan adalah tempat memimpin pertemuan-pertemuan.Riwayat Al Baihaqi dan Thabari dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash radliyallahu‘anhu.

Masih belum percaya bahwa tempat-tempat pertemuan yang selalu dihadiri olehorang-orang ambisius yang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dikatakansebagai tempat-tempat penyembelihan?
Lihatlah bagaimana orang-orang yang selalu ingin ‘di depan’ selalu membuar narasi-narasiyang ujung-ujungnya selalu ada yang dikorbankan!Itulahpenyem
belihan!- Suka bila banyak menghormatinya.
Inilah zaman fitnah (dan penipuan). Yakni banyaknya orang yang ingin dipuji dan memimpikan untuk dipuji. Namun hal itu tentu tidak terlepas dari pengaruh lingkungan yang buruk. Yaitu yang selalu menampilkan bahwa hari ini seringsekali para tokoh atau publik figur yang selalu dinarasikan sebagai orang sukses.
Kemudian dari balik layar ternyata ada orang-orang yang ‘melambungkan’ masyarakat yang katanya menuju sukses. Dan ternyata peminat sangat banyak sekali.Ini sungguh sebenarnya sangat menyesakkan dada. Sebab masyarakat di didik untuk menjadi manusia yang cinta kehidupan glamor dan karpet merah. Hatinya akan serasa berbunga-bunga dan bangga saat dirinya berjalan sementara semua orang menyambutnya dengan gegap gempita. Saat dirinya berjalan maka semua orang akan berdiri menyambutnya, dan sebagainya.
Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْيَـمْـثُلَ لَهُ الرِّجَـالُ قِـيَامًافَلْـيَـتَـبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ.
“Barangsiapayang senang apabila hamba-hamba Allah berdiri menghormati dirinya, maka hendaklah dia mengambil tempat tinggalnya di neraka kelak”. Riwayat Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 977, dari Mu’awiyah binAbi Sufyan radliyallahu ‘anhu
Wallahu a’lamu bish shawaab.
InsyaAllah berlanjut.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
