Hukuman Terhadap Pendusta Pada Hari Kiamat

Di atas sudah disebutkan bahwa para pendusta akan mendapatkan hukuman di alam barzakh/alam kubur. Dan ternyata seusai alam kubur berakhir (setelah Kiamat), hukuman itu belum berakhir dan belum selesai. Ternyata masih ada lagi hukuman berikutnya, yakni hukuman pada hari Kiamat. Allah Ta’ala berfirman:

وَيَـوْمَ الْقِـيَـامَةِ تَـرَى الَّـذِيْـنَ كَـذَبُـوا عَـلَى اللهِ وُجُـوْهُـهُـم مُّسْـوَدَّةٌ، أَلَـيْسَ فِى جَـهَـنَّـمَ مَثْـوًى لِّـلْمُـتَـكَـبِّـرِيْـنَ.

Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahnnam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? Qs. Az Zumar 60. 

Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda tentang hukuman terhadap manusia yang berkata, “Aku melihat dalam mimpiku begini dan begitu”, padahal kenyataannya dia berdusta. Sabda beliau:

مَنْ كَـذَبَ فِى حُـلْمِـهِ كُـلِّـفَ يَـوْمَ الْقِـيَـامَـةِ عَـقْدَ شَعَـيْـرَةٍ.

“Barangsiapa yang berdusta dalam mimpinya maka dia dibebani pekerjaan untuk membuat ikatan dari tepung jewawut (gandum) pada hari Kiamat”. Sunan Tirmidzi 2281, ditetapkan berderajat hasan oleh Ibnu Hajar pada kitab Fathul Baari, XII: 446, Mustadrak Al Hakim, IV: 392, ditetapkan berkedudukan shahih oleh Al Albani pada Silsilah Al Ahaadiits Ash Shahiihah 259.

hukuman pendusta di akhirat

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga bersabda:

مَنْ تَـحَـلَّـمَ بِـحُـلْـمٍ لِـمْ يَـرَهُ كُـلِّـفَ أَنْ يَـعْـقِـدَبَـيْـنَ شَعِـيْرَتَـيْـنِ، وَلَـنْ يَـفْـعَـلَ.

“Barangsiapa berpura-pura bermimpi padahal sebenarnya dia tidak mengalaminya maka dia dibebani kewajiban untuk membuat ikatan dari dua tepung gandum dan dia tidak akan dapat melakukannya”. Shahih Bukhari 7042.

Pembebanan pekerjaan ini merupakan bentuk penyiksaannya, karena tidak seorang pun mampu membuat ikatan dengan dua jewawut (gandum) sebagaimana dia bisa membuat ikatan dengan dua tali. 

Maksud kata كَـذَبُـوا (yang berbuat dusta) pada surat Az Zumar 30, adalah orang-orang yang mendustakan Allah. Artinya bahwa mereka tidak mempercayai Allah sebagai Rabb (Tuhan, sesembahan) mereka. Sehingga mereka lebih percaya kepada selain Allah.  

Adapun maksud dari dua hadits di bawahnya adalah dusta dalam hal mimpi. Yakni sesuatu yang sangat sulit untuk dibukti secara ilmiah sekalipun. Ini sangat berbeda dengan dusta tentang pengkabaran atau fitnah, misalnya.

Kalau masalah kabar atau fitnah, itu bisa dicroscek, namun bagaimana mungkin sebuah mimpi dicroscek? Maksudnya bahwa ketika dia bercerita tentang mimpinya yang dusta itu; orang mau percaya atau tidak pun sama saja. Sebab itu hanya mimpi belaka, tidak bisa dibuktikan dengan cara apapun dan bagaimanapun. 

Makanya ketia seseorang berdusta tentang mimpinya, dia akan diancam dengan ancaman di atas (sesuai dengan hadits di atas).

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button