Hijrah Awal Penanggalan Islam Bag.5
Prinsipnya bahwa selama umat Islam tidak bisa nyaman dan bebas untuk melaksanakan semua syariat Allah maka hijrah adalah jalan utama dari segala persoalan umat.
Makanya sangat berbeda antara hijrah dengan migrasi atau pindah tempat atau transmigrasi atau entah nama apalagi yang mungkin sering didengar yang konotasinya pindah.
Bukan. Ini bukan sekedar pindah. Melainkan ini melaksanakan syariat Allah (berupa hijrah) guna kelak bisa dapat melaksanakan segala perintah Allah dan rasulNya tanpa ada halangan dari siapapun dan dari manapun datangnya.

Sebab migrasi, pindah tempat, atau transmigrasi maka kesemuanya itu pada suatu saat bisa kembali. Kapan saja! Tetapi berbeda dengan hijrah. Kenapa?
Karena jika muhajir itu kembali maka dapat dipastikan bahwa dia akan ditangkap, disiksa dan sebagainya. Lalu dia akan mendapatkan satu di antara dua pilihan; hidup tetapi meninggalkan Islam atau (yang kedua) mati (dibunuh) karena tetap mempertahankan keislamannya.
Di sinilah beratnya hijrah. Maka tidak heran bila dalam riwayat disebutkan bahwa banyak para muhajirin yang demam karena rindu dengan kampung halamannya (Makkah). Termasuk di antara mereka adalah Abu Bakar Ash Shiddiq radiyallahu ‘anhu. Tidak bisa dibayangkan bukan?
Oleh karena itulah kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam terus menerus berupaya agar di tempat hijrahnya tidak ada lagi orang perorang ataupun kelompok yang memusuhi Islam dan kaum muslimin. Yaitu mempersaudarakan orang-orang muhajirin dengan orang-orang anshar. Atau disebut juga dengan ukhuwwah Islamiyah.
Dan rasa persaudaraan (ukhuwwah Islamiyah) ini jauh lebih dalam daripada persaudaraan/pertalian darah. Hingga dalam sejarah disebutkan bahwa tidak sedikit dari kaum anshar yang dengan senang hati (bukan sekedar rela, pen.) memberikan setengah dari hartanya untuk saudara muslimnya yang dari muhajirin. Bahkan istripun dicerai agar saudaranya muhajirin mengambilnya menjadi istrinya. Subhaanallah!
Dari sinilah ternyata kekuatan Islam itu muncul. Hingga Allah memenangkan agamaNya dan mampu menekuk Makkah.
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا.
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. Qs. An Nashr 1-3.
Sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sejak meninggalkan Makkah, untuk hijrah, maka beliau tidak pernah kembali lagi kecuali setelah Makkah ditaklukkan oleh Islam. Dan setelah ditaklukkan pun beliau tidak memiliki hasrat untuk kembali lagi ke Makkah dan tinggal lagi di Makkah.
Selain mampu menaklukkan Makkah tidak lama kemudian Romawi dan Persia pun juga bertekuk lutut dihadapan kaum muslimin.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

